Cuaca dan Harga Tembakau Musim Tanam 2019 Diharapkan Membaik

Editor: Mahadeva

LOMBOK – Memasuki musim kemarau 2019, sebagian petani di Pulau Lombok, terutama di bagian selatan sudah mulai menanam tembakau. Tembakau yang ditanam merupakan tembakau omprongan jenis Virginia.

Amaq Atun, petani tembakau sekaligus pengomprong tembakau, di Desa Kabar, Kabupaten Lombok Timur menyebut, telah menanami sawah miliknya dengan tembakau. Penanaman dilakukan sejak di awal puasa dan saat ini sudah mulai tumbuh.

“Sebagian sawah telah ditanami sejak beberapa hari lalu, sebagian belum, karena masih menunggu bibit tembakau yang telah disemai tumbuh lebih besar lagi, harapannya semoga pada musim tanam tahun ini, cuaca maupun harga tembakau bisa mendukung dan lebih baik,” kata Atun, di sela kesibukan menyiram semaian bibit tembakau, Senin (13/5/2019).

Kalau cuaca mendukung selama masa pertumbuhan, seperti hujan jarang turun, dan pengairan yang cukup, akan berdampak pada kualitas pertumbuhan. Bahkan berdampak pada berat daun tembakau yang menjadi lebih baik.

Tembakau, termasuk jenis tanaman yang tidak bisa terlalu banyak air, tidak bisa tahan dengan kondisi suhu tanah terlalu dingin dan becek. Kalau itu terjadi, tanaman pasti akan mudah layu dan mati. “Karena itulah kenapa tembakau lebih layak ditanam pada lahan sawah tadah hujan, daripada lahan basah, karena tembakau termasuk jenis tanaman yang tahan panas dan tidak terlalu membutuhkan banyak air,” jelasnya.

Berbeda dengan tanaman lain, tembakau hanya membutuhkan banyak air saat penyiraman lahan sawah, ketika proses penanaman awal, biar lahan jadi gembur. Setelah itu kebutuhan air sedikit, cukup diairi seminggu sekali, bersamaan proses pemupukan menggunakan cebok.

Juaini, petani lain juga berharap, harga tembakau tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Sehingga, petani bisa menikmati keuntungan dari kerja keras yang dilakukan, mulai dari proses pengolahan sampai masa panen. Kalau tahun kemarin, harga tembakau basah berkisar antara Rp200.000 sampai Rp250.000 perkuintal, harapannya di 2019, harga bisa lebih mahal menjadi Rp300.000 perkuintal.

Juaini menyebut, tanaman tembakau sampai sekarang masih menjadi tanaman primadona di daerahnya. Semakin banyak petani yang berminat menanam. Selain lebih menguntungkan secara ekonomi, perawatannya juga dianggap tidak sulit. Tembakau termasuk jenis tanaman tahan lama dengan cuaca panas, tidak membutuhkan banyak air, dan cocok dengan kondisi sebagian wilayah selatan lahan tadah hujan.

Lihat juga...