hut

Desa Adat di Bali Harus Terus Diperkuat

Editor: Koko Triarko

TABANAN – Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengatakan, bahwa keberadaan Desa Adat (Pakraman) di Bali tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan masyarakat Bali. Hal ini berkaitan erat, utamanya mengenai keberadaan adat istiadat, budaya serta kearifan lokal setempat. Sehingga, keberadaan Desa Adat di Bali, khususnya Kota Denpasar, harus terus diperkuat seiring perkembangan arus modernisasi.

“Di tengah derasnya laju modernisasi saat ini, tentunya tantangan Desa Adat akan terus berkembang dan semakin kompleks, hal inilah diperlukan penguatan terhadap peran, fungsi dan arti Desa Adat itu sendiri di masyarakat, sebagai benteng kebudayaan dan kearifan lokal di Bali,” ujar Rai Mantra Pengurus Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kota Denpasar Periode Tahun 2019-2024 Saranam Royal Tulip, Baturiti Tabanan, Minggu, (19/5/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, secara berkelanjutan Pemkot Denpasar sebagai upaya memperkuat Desa Pakraman terus mendukung eksistensi dari organisasi yang menaungi Desa Pakraman, termasuk MMDP ini. Sehingga, ke depan diharapkan masyarakat adat di Bali dapat terus tumbuh serta adat istiadat, budaya serta kearifan lokal tetap lestari.

“Selamat bertugas kepengurusan yang baru, tentunya harus menjadi wahana pemecahan permasalahan adat di masyarakat serta senantiasa melaksanakan pembinaan SDM, untuk selalu mendukung penguatan dan kemajuan desa adat,” papar Rai Mantra.

Sementara itu, Ketua MMDP Kota Denpasar periode  2019-2024, Anak Agung Ketut Sudiana, mengatakan, bahwa MMDP Kota Denpasar merupakan sebuah forum yang mempertemukan seluruh bendesa adat di Kota Denpasar. Forum ini menjadi wahana untuk mencari solusi bersama dalam memecahkan permasalahan yang rentan terjadi di desa adat.

“Kami di MMPD senantiasa menginventarisasi permasalahan yang mungkin terjadi dan bersama kita carikan solusinya,” kata Sudiana.

Ketika disinggung terkait program lima tahun ke depan, Sudiana mengaku, seluruh pengurus sudah melaksanakan rapat untuk menyusun program kerja ke depan.

Ada pun yang menjadi pokok pengembangan, yakni penguatan desa Adat, Desa Adat sebagai penggerak perekonomian serta pemberdayaan SDM, sehingga mampu bersaing ke depan.

“Ketiga hal pokok tersebut kita fokuskan untuk pembangunan selama lima tahun ke depan, sehingga desa adat ke depan tetap eksis dan berkontribusi dalam pembangunan di Kota Denpasar, utamanya sebagai benteng dalam pelestarian adat istiadat, kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat,” kata Sudiana.

Sebelumnya, pengukuhan tersebut melalui tahapan musyawarah dan mufakat, ditetapkan. Dalam kegiatan, ini juga dilaksanakan sarasehan dengan menghadirkan dua narasumber, guna membahas isu sentral tentang Desa Adat/Pakraman yang terjadi di masyarakat.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com