hut

Di 2019, ada 69 Bayi di Sikka Mendapat Suntikan Hepatitis B

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Hepatitis B immunoglobulin (HBIg), umumnya digunakan untuk mencegah terjangkitnya hepatitis B setelah seseorang mendapat transplantasi hati. Hal tersebut juga diberikan kepada bayi yang baru lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B. Untuk mencegah penularan tersebut, bayi-bayi di Kabupaten Sikka juga mendapatkan suntikan HBlg tersebut.

Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dinas Kesehatan kabupaten Sikka dr.Harlin Hutauruk.Foto : Ebed de Rosary

“Sejak Januari hingga April 2019, sudah 69 bayi yang mendapatkan suntikan Hepatitis B immunoglobulin (HBIg). Ini untuk mencegah bayi tertular penyakit Hepatitis B,” sebut Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehtaan Kabupaten Sikka, Avelinus S. Nong Erwin, Jumat (17/5/2019).

Erwin menyebut, dari 774 bayi yang lahir antara Januari sampai April 2019, 69 mendapat suntikan HBIg. Di Januari yaitu ada 172 bayi lahir dan 20 bayi mendapat suntikan HBIg. Di Februari, dari 268  bayi lahir, yang mendapatkan suntikan HBIg ada 19 bayi.

Di Maret dari 211 bayi yang lahir, ada 16 bayi yang disuntik HBlg. Sementara itu di April ada 14 bayi disuntuk HBIg, dari total bayi yang lahir sebanyak 123 orang. “Jumlah ibu hamil yang diskrining selama kurun waktu Januari sampai April 2019 ada 1.333 orang. Dari jumlah tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium sebanyak 64 ibu hamil hasilnya reaktif atau terinfeksi virus Hepatitis B,” jelasnya.

Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Harlin Hutauruk, menjelaskan, di 2018 jumlah ibu hamil yang dites ada 1.678 orang. “Untuk Januari sampai April 2019, jumlah ibu hamil yang dites sebanyak 550 orang. Dari jumlah tersebut ibu hamil yang mendapatkan Anti Retro Viral Treatmen (ART) sebanyak satu orang,” jelasnya.

Sementara di 018, jumlah ibu hamil yang diskrinning sebanyak 2.965 orang. Hasil tes laboratorum non reaktif sebanyak 2.816 orang dan reaktif mencapai 149 orang. Untuk itu, Dinas Kesehatan Sikka mengadakan pertemuan triple eliminasi yaitu, Hepatitis B, Hiv dan Sifilis. Kegiatan dilakukan dua hari dan dikuti pengelola program Hepatitis B dan HIV di 25 Puskesmas dan tiga rumah sakit di kabupaten Sikka. “Masing-masing Puskesmas ada dua orang ditambah dengan dari rumah sakit.Tujuannya agar melindungi ibu hamil dari tiga penyakit ini agar apabila ibu hamil positif maka bayinya tidak tertular,” pungkasnya.

Lihat juga...