hut

Dinas: UMKM Produk Lokal Perlu Perlindungan

Petani menjemur biji kopi dari lahan perkebunan mereka, ilustrasi -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kulon Progo, membangkitkan kembali Koperasi Hapsari, Kalibawang, supaya mampu menaungi petani kopi di wilayah itu.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kulon Progo, Sri Harmintarti, mengatakan UMKM pengelola produk lokal termasuk kopi, perlu perlindungan dan pemberdayaan sesuai dengan Perda Nomor 16 Tahun 2016, tentang Perlindungan Koperasi dan UMKM.

Kopi dari Kulon Progo memiliki potensi pasar yang luas seiring dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta.

“Kami berharap, anggota Koperasi Hapsari untuk bisa bangkit kembali mengembangkan usahanya, guna menghadapi perkembangan Kulon Progo yang saat ini semakin dinamis,” harap Sri Harmintarti, Minggu (19/5/2019).

Ia mengatakan, kopi merupakan minuman yang cukup digemari di segala lapisan masyarakat. Menurut penggemar kopi dengan meminum secangkir kopi, maka bisa memberikan semangat dalam berkarya.

Kapasitas produksi kopi di Kabupaten Kulon Progo, kurang lebih 424.000 kg dan yang diolah kurang lebih baru 5.200 kg, jadi masih ada sisa yang belum terolah kurang lebih 418.800 kg.

Saat ini, kopi Kulon Progo telah semakin dikenal oleh masyarakat luas, karena memiliki rasa yang khas yang tidak dimiliki oleh kopi di daerah lain.

Ia berharap, untuk anggota koperasi Hapsari bisa semakin mengembangkan produk kopinya, karena ke depan tentunya kopi Kulon Progo ini memiliki peluang pasar yang lebih baik seiring dengan perkembangan di Kulon Progo.

“Potensi Kulon Progo cukup baik dan melimpah, sehingga perlu adanya pengembangan produk terhadap potensi kopi di Kulon Progo, agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pengolah kopi Kulon Progo,” katanya.

Menurut dia, potensi pasar yang luas untuk produk kopi seiring beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta dan adanya jalur wisata Bedah Menoreh. Sehingga perlunya pengembangan bisnis tentang pengolahan dan penyajian kopi bagi kelompok UMKM anggota Koperasi Hapsari Kalibawang di Kulon Progo.

Belum optimalnya sumber daya manusia (SDM) yang bergerak dalam pengelolaan kopi, maka Dinas Koperasi UKM memberikan pelatihan pengembangan usaha pengolahan dan penyajian kopi bagi kelompok UMKM anggota Koperasi Hapsari.

“Semoga dengan dilaksanakannya pelatihan ini, Koperasi Hapsari dapat menangkap peluang dan kesempatan, sehingga dapat semakin menyejahterakan anggota,” katanya.

Salah satu penggemar Kopi Kulon Progo, Christian mengharapkan pemkab memberikan pelatihan penanganan kopi pascapanen supaya harga kopi biji tetap tinggi.

“Saat ini, biji kopi saat panen djual dengan murah karena belum mendapat sentuhan penanganan yang baik. Kopi yang diolah dengan baik, harga biji kopi mahal dan kualitas tetap terjaga,” katanya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!