Disbud Gianyar Gelar Pelatihan Tari Rejang Renteng

Editor: Koko Triarko

GIANYAR – Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, bekerja sama dengan TP. PKK mengadakan sosialisasi dan pelatihan Tari Rejang Renteng di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Kamis (23/5/219).  Pelatihan digelar, karena pada setiap ritual di pura atau di tempat suci, selalu diwarnai pementasan sekelompok ibu-ibu menarikan Tarian Rejang Renteng.

Tarian yang hampir punah ini, memang didominasi oleh ibu-ibu yang tidak semuanya bisa menari, bahkan tidak sedikit yang baru belajar menari. Juga, tidak tahu sejarah dari tarian tersebut. Bahkan, ada yang mengira Tarian Rejang Renteng termasuk tari kreasi baru.

Ida Ayu Made Diastini, pegawai Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, menjelaskan, bahwa cikal bakal Tari Rejang Renteng terinspirasi dari Tari Renteng yang merupakan tari sakral yang sangat tua di Br. Adat Saren, Desa Pakraman Mujaning Tembeling, Desa Dinas Batumadeg, Dusun Saren Satu, Nusa Gede.

Ketua PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra. -Foto: Sultan Anshori

Pada 1999, tarian ini berhasil dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dalam upaya pemerintah melestarikan tarian langka.

Made Diastini juga memaparkan, koreografi dari Tari Rejang Renteng ini sudah merupakan pengembangan dari gerakan-gerakan asli Tari Renteng yang digabungkan dengan beberapa elemen gerakan yang ada pada Tari Mendet, pada saat piodalan di pura-pura di Bali. Tari Rejang Renteng kini berfungsi sebagai Tari Wali saat piodalan di pura, baik piodalan alit, madya dan ageng.

“Kini, Tari Rejang Renteng berfungsi sebagai tari wali, artinya dapat ditarikan pada saat piodalan di pura. Namun, Tarian Rejang Renteng juga dapat dilombakan asal berkaitan dengan piodalan atau wali di pura,” jelas Made Diastini, Kamis, (23/5/2019).

Untuk busana para penari Rejang Renteng, kata Made Diastini, memang diharuskan memakai kebaya putih polos lengan panjang, selendang kuning, dan kain cepuk tenunan kuning. Warna putih pada kain kebaya mengandung filosofi, bahwa badan manusia itu sakral, perlu dijaga dari hal-hal yang tidak baik.

Sementara itu, Ketua PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan, Tarian Rejang Renteng sudah mulai menggeliat di Kabupaten Gianyar sejak dua tahun belakangan ini. Pihaknya sudah mulai mensosialisasikan tarian ini melalui PKK hingga ke banjar-banjar.

“Namun tidak dapat dipungkiri, selama ini kita hanya bisa menarikan, namun tidak mengetahui sejarah dan makna dari tarian tersebut. Sekarang saatnya kita sama-sama belajar, bagaimana sejarah dan makna dari Tarian Rejang Renteng. Apakah tarian ini harus ditarikan oleh ibu-ibu saja, dan busana apa saja yang boleh dikenakan dan sebagainya,” kata Adnyani Mahayastra.

Lihat juga...