hut

Disdik Yogya Ubah Mekanisme PPDB Sistem Zonasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta menetapkan sejumlah perubahan mekanisme dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP tahun 2019 ini.

Perubahan tersebut dilakukan untuk mengatasi berbagai persoalan terkait sistem zonasi yang terjadi dalam PPDB tahun lalu.

Kasi Data dan Sistem Informasi Pendidikan, Disdik kota Yogyakarta, Siti Hidayati, mengatakan, proses PPDB tingkat SMP masih akan memakai 3 jalur seleksi. Yakni jalur zonasi dengan kuota minimal sebanyak 90 persen, jalur luar zonasi maksimal sebanyak 5 persen, dan jalur perpindahan tugas orangtua maksimal sebesar 5 persen.

Khusus untuk PPDB jalur zonasi, pada tahun 2019 ini, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta masih membagi dalam 4 kategori zona.

Hal ini berbeda dengan tahun lalu, dimana calon siswa yang mendaftar lewat sistem zonasi hanya diseleksi berdasarkan jarak domisili ke sekolah terdekat saja. Sehingga menimbulkan banyak persoalan diantaranya muncul titik blank spot.

“Jadi tahun ini jalur zonasi kita bagi menjadi empat kategori. Pertama kategori zonasi bibit unggul dengan kuota 10 persen. Kedua, zonasi wilayah dengan kuota maksimal 30 persen. Ketiga, zonasi KMS atau siswa kurang mampu dengan kuota 10 persen. Dan keempat zonasi mutu dengan kuota 40 persen,” ujarnya, baru-baru ini.

Siti menjelaskan, zona bibit unggul merupakan seleksi khusus bagi calon siswa berprestasi yang merupakan 10 persen terbaik dari jumlah siswa kelas 6 di sekolah yang ditentukan berdasarkan rangking rapor selama 5 semester.

Sedangkan zonasi wilayah merupakan seleksi PPDB yang dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal domisili calon siswa dengan lokasi sekolah yang dituju.

Zonasi KMS merupakan seleksi khusus bagi siswa kurang mampu berdasarkan nilai USBN. Sementara zonasi mutu, merupakan seleksi bagi siswa dari seluruh wilayah kota Yogyakarta (di luar siswa kurang mampu) yang dilakukan berbasis nilai USBN.

“Dengan sistem seperti ini kita yakin tidak ada lagi persoalan blank spot seperti dalam PPDB tahun lalu. Karena siswa yang berada di wilayah kecamatan, yang tidak ada sekolah negerinya, bisa mendaftar melalui zonasi mutu berbasis nilai. Sehingga diharapkan tidak ada lagi kasus misalnya anak yang nilainya bagus tapi justru tidak masuk zona,” katanya.

Sebagaimana diketahui, proses PPDB SMP sistem zonasi kota Yogyakarta tahun lalu sempat diwarnai sejumlah persoalan di antaranya munculnya titik blank spot. Hal ini muncul sebagai dampak tidak meratanya sebaran sekolah negeri di kota Yogyakarta.

Dari total 14 kecamatan, terdapat 4 wilayah kecamatan yang tidak memiliki SMP Negeri. Sehingga siswa di wilayah tersebut sulit bersaing dengan siswa lainya, karena proses seleksi hanya berdasarkan zona wilayah atau jarak saja.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

manisa escort

»

iskenderun escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com