Dishub Balikpapan Siagakan 200 Personel di Empat Posko Lebaran

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Menjaga kelancaran lalu lintas dalam kota dan luar kota selama mudik Lebaran dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2019, Dinas Perhubungan Balikpapan menyiagakan 200 personel yang masuk pada empat Posko Gabungan Lebaran. Dimulai dari Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Semayang, Kilometer 12 dan wilayah Manggar.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. Foto: Ferry Cahyanti

Posko gabungan yang didirikan tersebut akan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 hari raya. Personel posko gabungan terdiri dari pihak Kepolisian, Tim Kesehatan, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

“Posko kita ada empat tempat, di Kantor Dinas Perhubungan, di Batu Ampar Terminal Angkot, pos gabungan dengan Lalu Lintas di kilometer 12, kemudian ada di Manggar, Manggar kan terkait dengan rekereasi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Sudirman Djayaleksana, Selasa (21/5/2019).

Ia menjelaskan selama angkutan lebaran berlangsung akan ada personel dishub di terminal, Pelabuhan Semayang, mulai H-7 dan H+7. Sementara transportasi laut H-15 sudah melakukan persiapan. “Khusus untuk personil Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan BPBD tidak akan libur dan akan bertugas hingga H+7 lebaran,” sebutnya.

Menurut Sudirman, setelah lebaran personel baru boleh cuti. “Jadi untuk staf kita semua di Dinas Perhubungan untuk cuti lebaran yang PNS itu mungkin sama-sama dengan Dinas Kesehatan, BPBD tidak ada cuti, cutinya nanti setelah habis lebaran,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi di kilometer 5,5 Balikpapan Utara saat arus mudik maupun lebaran tahun ini.

Jalan alternatif itu sebagian kendaraan khususnya dari arah Jalan MT Haryono yang akan melintas di kilometer 5,5 Balikpapan Utara untuk sementara akan dialihkan .

“Pengalihan itu kami sudah koordinasi dengan Grand City, mereka sudah setuju jalan tembus dari MT Haryono ke Soekarno Hatta itu bisa dimanfaatkan memecah arus penumpukan kendaraan yang ada di KM 5,5,” urai Sudirman Djayaleksana.

Saat ini jalan di Grand City yang akan menjadi jalur alternatif sedang dipercepat pengerjaannya sehingga bisa digunakan. Namun tidak semua kendaraan yang bisa melintas melewati jalan di Kawasan Perumahan tersebut.

“Tapi yang lewat adalah kendaraan tertentu yang nanti kita atur, kendaraan pribadi. Itu semua untuk memecah kemacetan yang selama ini terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan rencana penggunaan jalur alternatif tersebut masih didiskusikan. Karena Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan, sudah bisa digunakan pada H-7 sebelum lebaran. Khususnya ketika terjadi peningkatan arus kendaraan.

“Mudah-mudahan H-7 sudah bisa digunakan,” imbuh Sudirman Djayaleksana.

Lihat juga...