Diskerpus Sebut Minat Baca Pelajar di Pesisir Selatan Masih Rendah

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, menyatakan minat baca pelajar di daerah tersebut masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya upaya memancing minat baca dan ketersediaan buku bagi pelajar atau pun masyarakat untuk di Pustaka Nagari/Desa.

Kepala Bidang Kearsipan Diskerpus Pesisir Selatan, Nurlaini, mengatakan, di daerahnya banyak tersebar Pustaka Nagari yang bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pelajar mengakses buku=buku, meski tidak berada di sekolah. Karena di Pustaka Nagari itu, terdapat berbagai buku, tidak hanya untuk pelajar, tapi juga untuk masyarakat umum.

“Memang kita menginginkan supaya akses buku-buku itu sampai ke desa atau nagari. Terkadang pustaka keliling turun ke desa-desa untuk menambah stok buku, dan terkadang ada datang yang menyumbang juga,” katanya, Jumat (31/5/2019).

Kepala Bidang Kearsipan Diskerpus Pesisir Selatan Nurlaini (kiri tengah), dalam rapat bersama jajaran Pemerintah Nagari di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, didampingi Wali Nagari Ampiang Parak, Yusmardi/ Foto: M Noli Hendra

Ia menyebutkan, saat ini memang minat baca terbilang sangat rendah. Hal ini mungkin karena selama ini masyarakat di pedesaan belum terbiasa membaca buku, paling hanya membaca berita di surat kabar. Sehingga, cara yang perlu dilakukan kini, penting adanya pembinaan tata kelola kearsipan dan perpustakaan. Apalagi, akan adanya lomba kearsipan tingkat provinsi di Sumatra Barat.

“Bila berada di lingkungan yang sebagain besar masyarakat bekerja sebagai petani dan nelayan, membuat minat itu semakin jauh dari kata bagus. Tidak hanya kepada pelajarnya, masyarakat umumnya juga begitu,” ungkapnya.

Menurutnya, sesuai dengan upaya awal yakni melakukan pembinaan, Diskerpus melakukan rapat persiapan yang dipimpin Camat Sutera, Fachruddin, yang dihadiri oleh Perangkat Daerah terkait beserta unsur Muspika Kecamatan Sutera, di mana penilaian lomba mencakup 10 bidang yang ada di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nagari (LPMN).

Ia mengatakan, pembinaan kearsipan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis atau keterampilan pegawai, agar melaksanakan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya di bidang kearsipan.

“Pembinaan kearsipan dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan mewujudkan tujuan penyelenggaraan kearsipan nasional yang terencana dan berkelanjutan,” jelasnya.

Disebutkannya, selain pembinaan tata kelola kearsipan, Diskerpus juga melakukan pembinaan pengelolaan perpustakaan, pembinaan seputar Aspek Manajemen Perpustakaan antara lain Administrasi Perpustakaan, Layanan, Koleksi, Promosi, Sumber Daya Perpustakaan, Pengolahan Bahan Pustaka, dan Teknik Peningkatan Minat Baca.

Menurutnya, dari data pengunjung perpustakaan dinilai masih belum optimal, kurangnya minat baca dan serta pemanfaatan koleksi perpustakaan dan juga tata letak buku masih kurang memadai.

“Perpustakaan Nagari perlu mengembangkan program pembudayaan membaca melalui kegiatan lomba karya tulis, baca puisi/pidato, cerita anak, menggambar/mewarnai, dan seminar untuk menyelesaikan masalah praktis dalam kehidupan bermasyarakat, “ harapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Ampiang Parak, Yusmardi, mengharapkan sekali partisipasi dan dukungan masyarakat Nagari Ampiang Parak juga rekan-rekan sesama wali nagari se Kecamatan Sutera.

“Kita berupaya menciptakan inovasi kearsipan dengan membuat Arsip Satu Pintu, sehingga pengelolaan sistem penyimpanan arsip, unit pengolahnya maupun unit kearsipan berada dalam satu ruang saja,“ jelasnya.

Lihat juga...