hut

DLH Sumbar Imbau Pemudik Buang Sampah di Tempatnya

Editor: Koko Triarko

PADANG – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat, mengimbau kepada pemudik dan pengunjung pada momen Lebaran 1440 Hijriah untuk menjaga kebersihan lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat, Siti Aisyah, mengatakan, imbauan tersebut juga diperuntukkan bagi seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

Kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota diminta untuk meningkatkan fasilitas, seperti tong sampah, becak motor pengangkut sampah, kontainer, dan petugas kebersihan selama momen mudik dan libur Lebaran.

Menurutnya, salah satu alasan membuat DLH mengeluarkan imbauan tersebut, karena belajar dari Lebaran tahun lalu, ada masukan dari perantau, bahwa DLH perlu meningkatkan kinerja pada momen mudik dan libur Lebaran, karena ada terlihat sampah-sampah yang bertebaran.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat, Siti Aisyah/ Foto: M. Noli Hendra

“Saya juga telah mengeluarkan surat edaran untuk disebarkan ke kabupaten dan kota, supaya menambah tong-tong sampah di lokasi wisata, terutama, dan di lokasi rest area untuk para pemudik. Jika di kawasan jalan sudah ada tempat penampungan sampah, maka tidak ada sampah-sampah yang bertebaran,” katanya, Jumat (24/5/2019).

Aisyah menyebutkan, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) yang telah lama disahkan. Belajar dari Kota Padang dan Kota Bukittinggi yang telah menegakkan Perda Tentang Sampah, kedua kota itu bersih dan tertata. Untuk itu, Perda Sampah perlu ditegakkan, sehingga bisa terwujud lingkungan yang bersih.

“Hal yang sangat disesalkan itu ialah pengendara yang membuang sampah sembarangan. Sisa makanan atau sampahnya dibuang di jendela kaca mobil, akibatnya muncul pemandangan sampah berserakan di jalan raya. Untuk hal ini, saya minta betul, sadarlah jika ada sampah simpan dalam kantong plastik dulu, nanti pas ada tong sampah, buang ke sana,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota, bila menemukan pengendara yang membuang sampah sembarangan, segera ditegur, atau bisa diberi sanksi sesuai Perda yang berlaku di daerah tersebut.

“Selama mudik dan libur lebaran, petugas kebersihan tidak ada libur dan bersiap bekerja untuk mengangkut sampah yang telah penuh di kontainer. Jika tidak segera diangkut, bakal penuh, dan sampah bisa bertebaran di sekitar kontainer,” ungkapnya.

Begitu juga untuk kawasan wisata, kepada pengunjung yang datang ke berbagai lokasi wisata di Sumatra Barat, diharapkan tidak membuang sampah asal saja. Biasakan mencari tempat tong sampah, tidak hanya di bagian keramaian, tapi jika ada melihat tong sampah di toko-toko juga dianjurkan memanfaatkan tong sampah tersebut, untuk membuang sisa makannya.

“Kalau melihat lebaran tahun lalu, terjadi peningkatan sampah hingga 30-40 persen dari biasanya. Misalnya, di Kota Bukittinggi, biasanya sampah per hari 200 ton, pada momen lebaran tambah 30-40 persen. Di sini, Tempat Pembuangan Akhir sampah ada di regional Payakumbuh,” ujarnya.

Selain menyampaikan persoalan sampah pada momen mudik dan libur Lebaran, kepada masyarakat yang berdomisili di suatu daerah juga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Karena berdasarkan UU No. 18/2008, setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan.

Artinya, dalam pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan, meliputi pengurangan dan penanganan sampah dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan dan menjadikan sampah sebagai sumber daya.

“Jadi meningkatkan sampah itu, seiring dengan penambahan jumlah penduduk, dan aktivitas sosial ekonomi yang menyertainya dalam memenuhi kebutuhan hidup, maka jumlah timbulan sampah juga semakin besar,” ungkapnya.

Aisyah menjelaskan, melihat pada data terakhir pada 2018, jumlah sampah di Sumatera Barat sebanyak 963.603 ton per tahun, kondisi ini akan terus meningkat setiap tahunnya. Sementara upaya pengurangan sampah yang dilakukan, perlu adanya langkah strategis berawal dari dukungan semua pihak.

Ia memaparkan, upaya pengelolaan sampah yang dilakukan selama ini, melalui dua pola, yakni pengurangan volume sampah dari sumbernya melalui metoda 3R dan penanganan sampah. Kegiatan mengurangi timbulan sampah melalui metoda 3R (reduce, reuce dan recycle).

Reduce adalah membatasi dan mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, reuce adalah menggunakan kembali sampah untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Recycle adalah mendaur ulang kembali sampah menjadi produk baru yang bermanfaat.

“Upaya ini seyogyanya menjadi peran masyarakat di rumah tangga dan kawasan pemukiman. Sedangkan peran pemerintah adalah penanganan sampah dilakukan melalui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan dan pemprosesan akhir di TPA,” tutupnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!