Gelar Razia, Petugas Gabungan Cegah Mobilisasi Massa ke Jakarta

Petugas gabungan dari Kodim 0607 Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota saat melakukan razia kepada sejumlah kendaraan bermotor di Jalur Lingkar Selatan Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jabar, untuk mengantisipasi mobilisasi massa ke Jakarta, Selasa (21/5/2019) ( Foto Ant)

SUKABUMI – Ratusan personel gabungan dari Kodim 0607 Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota, menggelar razia di pertigaan Jalan Raya Cibolang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (21/5/2019) dinihari.

Operasi yang diberi tajuk cipta kondisi tersebut, dimaksudkan untuk mencegah adanya mobilisasi massa dari Sukabumi ke DKI Jakarta. “Penyekatan yang kami lakukan ini melibatkan 80 personel Pores Sukabumi Kota dan 30 personel dari Kodim 0607 Sukabumi. Pemeriksaan berbagai kendaraan yang diduga digunakan untuk memobilisasi massa ke Jakarta,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, di Sukabumi, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, langkah persuasif dilakukan dengan mengedepankan imbauan. Harapannya, massa tidak terprovokasi untuk berangkat ke Ibu Kota, karena bisa mengganggu kondusivitas keamanan Jakarta. Dan hal tersebut, tidak menutup kemungkinan berimbas ke daerah.

Dari hasil razia kendaraan bermotor yang dilakukan petugas keamanan gabungan, tidak ditemukan hal-hal negatif baik seperti massa yang hendak berangkat atau benda terlarang seperti narkoba, senjata tajam maupun api atau barang berbaya lainnya.

Hingga Selasa pagi, petugas masih melakukan penyekatan di beberapa titik. Seperti jalur utama penghubung Sukabumi dengan Jagorawi yaitu di Jalur Lingkar Selatan Cibolang, Kecamatan Cisaat. Kemudian daerah perbatasan dan jalan penghubung antardaerah lainnya.

“Kami mengimbau kepada warga khususnya yang tinggal di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi untuk datang ke DKI Jakarta karena selain mengganggu keamanan juga khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Susatyo menyebut, masyarakat harus bersikap lebih dewasa dalam berpolitik. Masyarakat diharapkan menunggu hasil sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika ada kekecewaan, bisa diajukan atau dilaporkan ke lembaga terkait seperti Bawaslu maupun Mahkamah Konstitusi (MK).

Dengan aksi turun ke jalan, berpotensi mengganggu keamanan. Ramadhan disebutnya, harus dimanfaatkan dengan melakukan aktivitas atau kegiatan yang positif dan bermanfaat. (Ant)

Lihat juga...