hut

Gubernur DKI: 34 Korban Kerusuhan Masih Dirawat di RS

Editor: Koko Triarko

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Lapangan Monas, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019). –Foto: Lina Fitria

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta masih merawat sejumlah korban kericuhan 21-22 Mei. Dari 905 korban, saat ini masih 34 orang yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta.

“Tinggal 34 orang, yang lainnya sudah pulang,” kata Gubernur DKI, Anies Baswedan, usai pemusnahan miras di Lapangan Monas, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

Dia juga memastikan upaya perbaikan fasilitas yang terus dilakukan. Dia berpesan kepada warga, agar tidak khawatir terkait keamanan di Jakarta.

“Kita berharap kawasan yang kemarin sempat mengalami ketidakstabilan, sebentar lagi akan stabil beroperasi seperti biasa. Kalau wilayah Jakarta lainnya, aman, tertib, dan damai,” ucap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu telah memerintahkan jajarannya, untuk mengantisipasi rencana aksi yang akan kembali dilakukan di depan gedung Bawaslu. Petugas medis hingga petugas kebersihan sudah disiagakan.

“Kita monitoring, jadi kami menyiapkan semua aparat yang relevan. Karena bagian Pemprov DKI adalah penanganan urusan kesehatan, soal kebersihan, penanganan terkait dengan pemadaman kebakaran, suplai air dan itu yang kita pastikan,” sebutnya.

Anies berharap Jakarta, tetap damai. Dia meminta semua pihak ikut menjaga perdamaian di Jakarta.

“Begini, pada prinsipnya kita semua harus sama-sama mencegah. Sama-sama menghindari segala potensi ketidaktertiban. Itu harapan kita semua,” ucapnya.

Sebelumnya, ada 58 orang yang dirawat akibat kerusuhan dalam aksi pada 22 Mei. Korban dirawat di lima rumah sakit berbeda di DKI Jakarta.

Anies menyampaikan, bahwa Pemprov DKI belum mengalokasikan bantuan khusus kepada korban, selain bantuan perawatan di rumah sakit. Namun, dia mengatakan sudah banyak pihak yang memberikan bantuan untuk para korban.

“Belum ada yang khusus (dari Pemprov DKI). Dari pribadi, saja ada yang memberi. Tapi, belum ada yang khusus,” ujar dia.

Ada pun langkah Anies untuk mengumumkan jumlah korban yang meninggal dan dirawat di rumah sakit adalah agar ada transparansi serta menghindari kesimpangsiuran informasi.

“Kalau negara menyembunyikan, kabar-kabar spekulasi atau hoaks akan beredar luas dan yang benar jumlah yang kami umumkan ,” lanjutnya.

Anies menyebut tujuannya mengumumkan data korban adalah mengklarifikasi berita hoaks yang beredar. Menurutnya, hingga saat ini jumlah korban meninggal delapan orang.

Sebelumnya, ada 905 orang yang harus menjalani perawatan medis setelah kerusuhan 22 Mei. Dari delapan orang yang meninggal, hanya empat yang dirujuk ke RS POLRI dalam rangka autopsi, sedangkan keluarga empat korban lainnya enggan dilaksanakan autopsi dan sudah dibawa pulang.

Korban paling banyak berusia 20-29 tahun, yang jumlahnya mencapai 360 orang atau 40 persen dari keseluruhan kasus.

Ada pun data delapan korban yang meninggal dunia adalah sebagai berikut:

  1. Farhan Syafero, pria, 31 tahun. Alamat Depok, Jabar. Meninggal di RS Budi Kemuliaan (jenazah dirujuk ke RSCM). Tanggal 22 Mei 2019.
  2. M Reyhan Fajari, pria, 16 tahun. Alamat jalan Petamburan 5, RT 010 RW 05, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Meninggal di RSAL Mintoharjo. Tanggal 22 Mei 2019.
  3. Abdul Ajiz, pria, 27 tahun. Alamat Pandeglang, Banten. Meninggal di RS Pelni. Tanggal 22 Mei 2019.
  4. Bachtiar Alamsyah, pria. Alamat: Batu Ceper, Tangerang. Meninggal di RS Pelni. Tanggal 22 Mei 2019.
  5. Adam Nooryan, pria, 19 tahun. Alamat jalan Sawah Lio II, Gg 3 No 6A RT 6 RW 1 Jembatan 5, Tambora. Meninggal di RSUD Tarakan pada 22 Mei 2019.
  6. Widianto Rizky Ramadan, pria, 17 tahun. Alamat jalan Slipi, Kebon Sayur, Kemanggisan, Slipi. Meninggal di RSUD Tarakan.
  7. Tanpa identitas, pria. Meninggal di RS Dharmais. Tanggal 22 Mei 2019.
  8. Sandro, pria, 31 tahun. Meninggal di RSUD Tarakan. Tanggal 23 Mei 2019 (pascarawat sejak 22 Mei 2019).
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!