hut

Hasil Pemilu tak Sesuai, Titiek Soeharto: Kita akan Berjuang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Jika hasil Pemilihan Umum (Pemilu) yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 25 Mei 2019 tidak sesuai dengan keinginan, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandiaga tidak akan melaporkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau hasilnya tidak sesuai, kayaknya kita nggak ke MK, nggak ya. Karena kita pernah pengalaman di 2014. Kita ke MK, judulnya belum diperiksa bukti-buktinya sudah diketok yang menang di sebelah sana. Jadi kayaknya kita tidak ke MK lagi, kita akan berjuang di jalanan. Insyaallah damai,” ujar Titiek Soeharto kepada awak media di Rumah Perjuangan Rakyat, di Menteng, Jakarta, Jumat (17/5/2019) sore.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Siti Hediati Hariyadi usai menghadiri deklarasi GNKR di Rumah Perjuangan Rakyat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019) sore. – Foto: Sri Sugiarti

Namun demikian menurutnya, kecuali kalau rakyat yang demo damai dizalimi oleh aparat, tentu tidak diam.

“Kalau di sana kita ditimpukin gas air mata dan sebagainya. Rakyat yang ingin memperjuangkan hak kita. Tapi jika dizalimi, nah itu tentu rakyat yang akan bicara sendiri,” tukasnya.

Ada beberapa titik demo damai, salah satunya di Bundaran HI. Ada pun, kata Titiek Soeharto, harapan demo damai ini bukan untuk mengulangi pesta demokrasi. Tapi yakni diskualifikasi mana yang curang.

“Petahana yang curang ini harus diskualifikasi ya. Jadi kalau kita ulang lagi mahal sekali biayanya dan makan waktu,” ujarnya.

Terbukti sekarang saja dengan dana Rp 25 triliun, lanjutnya, Pemilu hasilnya banyak kecurangan.

“Apakah kalau kita ulang dengan Rp 25 triliun hasilnya akan lebih baik?  Di undang-undang sudah ada, yakni mana yang curang harus diskualifikasi, ya diskualifikasi gitu lho,” tukasnya.

Lihat juga...