Hijaukan Lingkungan, Mahasiswa UGM Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah mahasiswa fakultas pertanian UGM berupaya menumbuhkan kesadaran warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang terbengkalai.

Lahan pekarangan kosong didorong agar dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya tanaman holtikultura seperti sayuran, buah-buahan, tanaman hias, hingga tanaman obat.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Luthfi Indriyani Muslihah, Maria Hera Gratias, Nidha Nikmah Choirunnisa, Mafaza Nuana Azizah, dan Feri Ardiyanti.

Mereka mengajak warga Dusun Candran, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta untuk menanam tanaman holtikultura di pekarangan rumahnya.

Luthfi Indriyani mengatakan, mereka memilih Dusun Candran sebagai lokasi dikarenakan dusun ini memiliki sumberdaya lahan pekarangan yang tergolong luas dengan luasan sekitar 0,03 Ha, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

“Lahan pekarangan hanya dibiarkan begitu saja tanpa dirawat sehingga banyak ditumbuhi tanaman liar yang kurang sedap dipandang. Kita ajak mereka untuk mengubah lahan itu sebagai lahan budidaya dengan mengusung konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari sederhana,” katanya, baru-baru ini.

Melalui kegiatan program hibah Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) Ristekdikti tahun 2019, program yang mereka namakan Inovasi Budidaya Lahan Pekarangan ini, kelima mahasiswa UGM memilih sasaran adalah para ibu yang dianggap memiliki banyak waktu luang untuk diajak bertanam.

“Kita mengajak bahwa menanam jadi kebiasaan untuk memproduksi sayuran sendiri agar sayuran yang dikonsumsi lebih terjamin kualitasnya,” katanya.

Kegiatan pengabdian ini, menurut Lutfhi, sudah dimulai sejak pekan pertama bulan Aril lalu melalui sosialisasi tujuan program, time line kegiatan, dan target luar yang diharapkan. Pada kegiatan sosialisasi juga dipilih beberapa kader dari ibu-ibu untuk menjadi penggerak dalam keberlanjutan program ini.

Saat ini, kelompok PKM-M yang didampingi oleh dosen Fakultas Pertanian, Dody Kastono, SP., M.P. ini sudah memulai rangkaian kegiatan selanjutnya yaitu persiapan lahan, penyemaian benih, penanaman, dan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga.

“Rencananya pada bulan Juni akan dilaksanakan kegiatan pemupukan. Kita harapkan program ini dapat terus berlanjut sebagai kegiatan secara mandiri oleh warga Dusun Candran dalam memanfaatkan potensi lahan pekarangannya,” katanya.

Lihat juga...