Hutama Karya Pastikan ‘Rest Area’ JTTS Siap Digunakan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pengelola Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, PT. Hutama Karya (HK), memastikan fasilitas rest area (tempat peristirahatan) siap digunakan. Meski bersifat temporer, sejumlah fasilitas telah disediakan.

Hal tersebut diungkapkan Hanung Hanindito, Kepala Cabang PT. Hutama Karya ruas Bakauheni Terbanggi Besar. Menurutnya, sejak jalan Tol Trans Sumatra berbayar pada 17 Mei, fasilitas rest area sudah bisa dipergunakan.

Tiga rest area yang disediakan, meliputi rest area di Kilometer 33, Kilometer 87 dan Kilometer 116.  Meski sedang dalam tahap pembangunan, fasiltas rest area tersebut dilengkapi toilet portable, mushola, sejumah pedagang makanan dan minuman. Selain itu, fasilitas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mobile juga disiapkan oleh Pertamina, meliputi pertamax, pertamina dex, solar dan pertalite.

Hanung Hanindito, Kepala Cabang PT. Hutama Karya pengelola JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung -Foto: Henk Widi

Sesuai rencana, di sepanjang ruas JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,41 kilometer akan disiapkan sebanyak 6 rest area, yang sebagian masih dalam tahap pembangunan, termasuk proses pembebasan lahan.

Meski masih ada tiga rest area, ia memastikan pelayanan masyarakat pengguna jalan tol masih bisa dilayani untuk angkutan Lebaran. Bagi masyarakat yang belum memiliki uang elektronik, vendor yang bekerja sama dengan pengelola tol sudah menyiapkan penjualan uang elektronik dan saldo.

“Pengguna jalan tol bisa mempergunakan tiga rest area tersebut, dan untuk mengantisipasi kehabisan bahan bakar sebelum masuk tol tetap bisa melakukan pengisian bahan bakar penuh,” terang Hanung Hanindito, di rest area JTTS Kilometer 33, Kamis (23/5/2019)

Hanung Hanindito juga menyebut, pengelola tol sudah menyiapkan fasilitas safety car, mobil patroli, mobil ambulans lengkap dengan tenaga medis serta mobil derek.

Sesuai aturan yang ada, untuk JTTS ruas Bakauheni Terbanggi Besar disediakan 18 mobil derek. Mobil derek tersebut bisa dipergunakan untuk menderek kendaraan mogok.

Selain di ruas Bakauheni-Terbanggibesar, penyiapan rest area juga dilakukan di ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang- Kayu Agung. Meski ruas sepanjang 186,1 kilometer tersebut akan dibuka pada siang hari, sejumlah rest area juga disiapkan. Khusus di ruas tersebut, 6 rest area yang disiapkan pada kilometer 162, kilometer 171, KM 218, kilometer 207, KM 233 dan KM 273.

Selain petugas tol, disediakan juga 7 unit mobil derek, 7 unit patroli jalan tol dan 5 unit Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Lampung. Sesuai rencana, pada ruas tersebut akan dibuka pada siang hari mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00 WIB, akibat belum lengkapnya fasilitas penerangan.

Sebagai pilihan bagi pemudik saat angkutan mudik dan balik Lebaran Idul Fitri, pelayanan akan dilakukan secara maksimal bagi para pemudik.

Para pengguna JTTS, sebut Hanung Hanindito, bisa mempergunakan sejumlah gerbang tol mulai dari Bakauheni hingga Terbanggi Besar. Di antaranya gerbang tol Bakauheni Utara, gerbang tol Kalianda, gerbang tol Sukamarga, gerbang tol Lematang, gerbang tol Natar, Tegineneng dan Terbanggi Besar.

Sesuai tarif yang diterapkan dari Bakauheni-Terbanggi Besar sebesar Rp112.500 untuk golongan I, golongan II dan III Rp168.500 dan golongan IV dan V sebesar Rp224.500.

Bagi pengguna jasa tol, dengan penggunaan uang elektronik tidak perlu kautir, sebab disediakan penjualan dan top up kartu uang elektronik.

Lokasi penjualan uang elektronik disiapkan mulai 16 Mei hingga 16 Juni, dengan harga kartu Rp25.000 bersaldo Rp0. Sejumlah petugas penjualan tiket akan disiapkan di sejumlah pintu tol, yang peminatnya cukup tinggi, meliputi pintu tol Metro Timur,Terbanggi Besar, Lematang dan Kotabaru.

Lihat juga...