hut

ICMI: Penguasaan Teknologi Harus Berbasis Manusia

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Indonesia sebenarnya merupakan panutan negara-negara luar negeri dalam bernegara dan berbudaya. Karena pluralitas yang dimiliki Indonesia.

Tapi, selama ini warga negara Indonesia tidak pernah mau untuk maju ke kancah internasional. Karena itu, sudah saatnya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) harus berperan dalam meningkatkan kapasitas dalam memasuki kompetisi internasional.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie di depan para anggota ICMI.

“Disinilah ICMI harus berperan untuk meningkatkan kapasitas orang Indonesia. Tentunya melalui penguasaan teknologi dengan disertai manusia yang menguasai ilmu pengetahuan,” kata BJ Habibie usai acara tarawih bersama di kediamannya di kawasan Patra Kuningan Jakarta, Senin (14/5/2019) malam.

Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Jimly Asshidiqie, SH menyatakan penguasaan teknologi haruslah dibasiskan pada manusianya.

“Jangan kita terlalu latah untuk menggunakan istilah industri 4.0. Yang penting itu adalah manusianya. Sekarang itu yang dipentingkan adalah manusia yang menguasai iptek,” kata Jimly.

Ia menambahkan di zaman ini, ilmu pengetahuan saat ini hanya bisa dikembangkan oleh para guru yang mampu melakukan tauladan sikap dan manajemen pembelajaran.

“Kurikulum pendidikan seharusnya jangan berbasis konten pengetahuan, karena itu sudah ketinggalan zaman. Karena pengetahuan itu sudah bisa dicari sendiri oleh murid. Jadi yang dibutuhkan adalah seorang guru, seorang pembimbing yang mampu mencontohkan sikap dan manajemen belajar. Itu jauh lebih penting dari konten,” ucapnya.

Jimly menekankan kalau sistem pembelajaran Indonesia tidak berubah, maka akan susah untuk Indonesia untuk mampu bersaing dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan.

“Karena itu ICMI sekarang bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk merubah orientasi pendidikan, agar bisa mempercepat hasil pendidikan. Untuk menjadikan guru yang bisa memberi teladan sikap dan mengajarkan untuk mengelola ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Dengan model pembimbing yang seperti ini, akan membuat masyarakat Indonesia akan semakin lebih cepat penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Lihat juga...