Jaksa Agung: Berkas Perkara Makar Belum Dilimpahkan ke Jaksa

Editor: Mahadeva

Jaksa Agung, HM Prasetyo saat menyampaikan belum dilimpahkannya berkas perakra makar dari Mabes Polri - Foto M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Jaksa Agung, HM Prasetyo, menyebut pihaknya belum menerima berkas perkara tersangka tindak pidana makar. Kejaksaan Agung masih menunggu tim penyidik Bareskrim Polisi untuk menyerahkan berkas perkara tahap pertama.

“Kejaksaan masih menunggu tim penyidik Polri melimpahkan tahap pertama kasus tindak pidana makar. Dengan adanya pelimpahan nanti, maka berkas perkaranya bisa diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dilimpahkan ke Pengadilan untuk diadili,” kata HM Prasetyo, Jumat (17/5/2019).

Sesuai prosedur yang berlaku, setiap berkas yang dikirim ke Kejaksaan akan diteliti secara mendalam. Jika alat buktinya sudah cukup, Kejaksaan Agung akan melimpahkan perkaranya ke Pengadilan. “Artinya, tergantung dari pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan, kalau sudah dilimpahkan tentu akan kita teliti dan pelajari apakah sudah lengkap atau tidak,” ujarnya.

Prasetyo mengatakan, dalam kasus tindak pidana makar yang menjerat sejumlah tokoh, dinilainya tidak ada yang aneh. “Jadi beberapa orang yang dijadikan tersangka tindak pidana makar murni terlibat perkara hukum, bukan karena kriminalisasi maupun ada unsur politis. Tidak ada yang aneh terkait kasus ini, dan ini murni kasus hukum, tidak ada itu kriminalisasi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya telah menahanan Eggi Sudjana selama 20 hari sejak 14 Mei hingga 2 Juni 2019 terkait perkara dugaan tindak pidana makar. Penahanan Eggi Sudjana dilakukan atas pertimbangan tim penyidik. Eggi dikhawatirkan akan mempengaruhi saksi, melarikan diri, atau mengulangi perbuatannya, selama proses hukum masih berjalan.

Landasan penahanan oleh Polri adalah, Surat Perintah Penahanan nomor: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum, ter-tanggal 14 Mei 2019. Kasus ini berawal dari laporan pihak Jokowi-Maruf Center (Pro Jomac), yang telah dilimpahkan dari Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya.

Supriyanto, seorang relawan Pro Jomac melaporkan Eggi Sudjana ke Bareskrim Polri pada Jumat (19/4/2019), atas tuduhan penghasutan. Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor laporan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019. Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU No.1/1946, tentang KUHP Pasal 220 KUHP Pencemaran Nama Baik UU No.1/1946, tentang KUHP Pasal 310 KUHP.

Tidak hanya itu, Eggi juga dilaporkan seorang wanita bernama Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya. Pelaporan itu dilakukan karena Eggi dituding berencana melakukan makar, terkait seruan people power yang disampaikan melalui pidatonya. Eggi juga dilaporkan atas dugaan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP juncto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU RI No.19/2016, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Lihat juga...