hut

Jalan Berlubang di Jalinsum Bahayakan Pengendara

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Jelang angkutan mudik dan balik Lebaran 1440 Hijriah/2019, sejumlah titik di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) masihi berlubang dan bergelombang. Titik jalan berlubang yang masih membahayakan, di antaranya berada di sejumlah jembatan tepat di Jalinsum.

Jembatan dengan aspal berlubang dan bergelombang tersebut berada di jembatan Way Kuripan,Way Tuba Mati dan Way Pisang. Meski terlihat pada siang hari, sejumlah titik dengan kedalaman 30 centimeter tersebut justru membahayakan pengendara motor pada malam hari. Selain bergelombang dan berlubang, sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU), juga padam.

Namun, Kasmir, penanggungjawab pengerjaan Jalinsum Satker P2JN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menyebut perbaikan telah dilakukan pada sejumlah titik.

Kasmir, penanggung jawab pengerjaan Jalinsum Satker P2JN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat -Foto: Henk Widi

Perbaikan fokus pada penambalan jalan berlubang serta meratakan jalan bergelombang. Upaya tersebut telah dilakukan sejak bulan Maret dengan melakukan pengelupasan jalan bergelombang dan meratakannya.

Meski demikian. memasuki bulan April hingga Mei, akibat intensitas hujan tinggi dan tonase kendaraan berat, Jalinsum pada sejumlah titik mengalami kerusakan lagi.

Kasmir menyebut, pemeliharaan jalan akan dilakukan menjelang angkutan mudik dan balik Lebaran pada akhir Mei. Perbaikan dilakukan pada spot-spot yang mengalami kerusakan, termasuk pada aspal di atas jembatan. Pemberian tanda dengan cat putih oleh petugas telah dilakukan untuk perbaikan.

“Saat ini, sejumlah pekerja masih fokus pada ruas jalan lain yang lebih prioritas, terutama akses yang terhubung ke jalan tol, di mana sejumlah titik tersebut menjadi perhatian kementerian PUPR, Korlantas Polri dan pemerintah provinsi Lampung,” terang Kasmir, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (12/5/2019).

Kasmir menambahkan, perbaikan akses Jalinsum telah dilakukan dari titik perbatasan kota Bandarlampung dengan kabupaten Lampung Selatan.

Pada wilayah Lampung Selatan, perbaikan dilakukan dari kecamatan Katibung hingga pelabuhan Bakauheni. Perbaikan yang dilakukan oleh PUPR bahkan mencakup Jalan Lintas Pantai Timur Sumatra, dari pertigaan Bakauheni hingga Sukadana. Pekerjaan tersebut secara keseluruhan telah selesai, meski di beberapa titik masih diperlukan pembenahan.

Menurutnya, tujuan perbaikan Jalinsum dilakukan untuk menghilangkan sejumlah titik jalan berlubang dan bergelombang. Meski sempat terbantu dengan melintasnya kendaraan bertonase berat melalui jalan tol, sepekan ke depan berpotensi akan dilintasi.

Sebab sejumlah kendaraan ekspedisi asal Sumatera Selatan tujuan pulau Jawa, memilih melintas di jalan tol karena digratiskan. Sementara sesuai rencana dan keputusan PUPR, tol Sumatra mulai berbayar pada Jumat (17/5) mendatang.

“Selama hampir tiga bulan tol dioperasikan secara gratis, beban Jalinsum berkurang, namun masih akan dilihat saat tol berbayar,” ungkap Kasmir.

Kasmir juga menyebut, akses jalan yang menjadi perhatian berada di sejumlah exit tol. Jalinsum yang bersinggungan dengan pintu masuk dan keluar tol, rawan mengalami kerusakan dan kemacetan. Beberapa titik di antaranya gerbang tol Bakauheni Utara, Kalianda, dan Sidomulyo.

Meski demikian, perlebaran akses jalan dan peningkatan jalan dari aspal menggunakan rigid beton bisa meningkatkan kualitas jalan. Pelebaran pada akses pintu tol sekaligus memudahkan kendaraan yang akan memakai tol serta Jalinsum dengan jalur terpisah.

Terkait kerusakan sejumlah lampu jalan, Kasmir menyebut perbaikan serta pemasangan baru menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Sejumlah lampu jalan yang dipasang merupakan kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat).

Selain lampu penerangan jalan, sejumlah rambu dan marka jalan di sepanjang Jalinsum sebagian mengalami kerusakan. Terkait marka jalan, Kasmir menyebut sejumlah garis bahu jalan akan diperjelas dengan proses pengecatan ulang.

Perbaikan dan peningkatan Jalinsum, sebut Kasmir, sangat penting dilakukan sebelum angkutan mudik lebaran. Sebab, sesuai prediksi Jalinsum masih akan menjadi jalur umum bagi kendaraan roda empat, roda dua dan kendaraan lain.

Terlebih, pengoperasian jalan tol berbeda dengan arus mudik tahun sebelumnya yang masih digratiskan. Pengoperasian jalan tol yang mulai berbayar saat angkutan Lebaran, berpotensi membuat pemudik masih menggunakan Jalinsum.

Rusdi, salah satu pengguna Jalinsum, berharap pihak terkait bisa memperbaiki fasilitas lampu jalan. Sebab, bagi pengendara roda dua yang kerap melintas bisa mengetahui sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Sebaliknya, bagi pengendara yang berasal dari pulau Jawa dengan lampu penerangan minim, berpotensi membahayakan, terutama saat malam hari.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!