hut

Jalan Sabuk Merah Percepat Pertumbuhan Ekonomi Perbatasan

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Foto Ant)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun Jalan Sabuk Merah. Fasilitas yang berada di dekat perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Timor Leste tersebut, dinilai akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan RI.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, mengatakan, jalur Sabuk Merah tidak hanya berfungsi menghubungkan beberapa pos keamanan di sepanjang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain dan PLBN Motamassin.

Jalur Sabuk Merah, yang terletak di pinggir Indonesia itu juga mendukung perekonomian masyarakat setempat. Salah satu potensi ekonomi yang bisa didorong adalah, sektor pariwisata, di mana terletak sebuah sabana Fulan Fehan di Lamaknen, Kabupaten Belu, yang terlintasi Sabuk Merah sektor Timur.

Dengan adanya jalan tersebut, akan memudahkan wisatawan berkunjung ke spot wisata yang unik dan eksotik tersebut. “Dulu sulit sekali ke Fulan Fehan ini. Dengan jalan perbatasan kini bisa lebih mudah dijangkau,” kata Endra.

Di samping itu, di kawasan sekitar Fulan Fehan juga terdapat komoditas perkebunan pohon kayu putih, kelor, dan jambu mete. Dengan adanya jalan tersebut, akan lebih mudah bagi masyarakat meningkatkan skala produksi dan nilai tambah bagi produk lokal.

Jalan Sabuk Merah Sektor Timur, memiliki panjang 179,99 kilometer. Terbentang dari Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka. Dari 179,99 kilometer tersebut, yang sudah tertangani dengan aspal hingga 2018 sepanjang 85 kilometer. Sedangkan pada 2019 akan bertambah dan sedang dikerjakan sepanjang 46 kilometer, sehingga sisanya akan dituntaskan di 2020 mendatang.

Sepanjang Jalan Sabuk Merah Sektor Timur tersebut rencananya akan dibangun 44 buah jembatan, dengan panjang total 1.600 meter. Saat ini di 2018 telah terbangun 31 buah jembatan, dengan panjang 1.250 meter. Di 2019 akan diselesaikan 13 buah jembatan. Adapun Jembatan tersebut semuanya terbuat dari rangka baja dengan bentang rata-rata 60 meter.

Sabuk Merah di Sektor Barat di daerah Timur Tengah Utara (TTU) sepanjang 130,88 kilometer, akan dilakukan penanganan apabila Jalan Sabuk Merah di Sektor Timur telah seluruhnya tersambung. Proses pengerjaan jalan perbatasan Sabuk Merah Sektor Timur tahun ini terbagi dalam beberapa paket yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor lokal dan nasional.

Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste punya arti penting, karena akan menjadi akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan di dua negara tersebut. (Ant)

Lihat juga...