hut

Jamin Keselamatan Angkutan Lebaran, KSOP Bakauheni Uji Petik Kapal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Prediksi padatnya ritme perjalanan kapal (trip) di lintas Selat Sunda, uji petik untuk kelayakan kapal roll on roll off (Roro) dilakukan.

Ferry Hendry Yamyn, petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni memastikan pemeriksaan telah dilakukan.

Uji petik (ramp check) dilakukan oleh KSOP Banten dan KSOP Bakauheni untuk menjamin keselamatan kapal saat angkutan lebaran 2019/ 1440 Hijriyah.

Pelaksanaan uji petik menurut Ferry demikian sapaan karibnya, sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor HK.211/5/17/DJPL/2019.

Ferry Hendry Yamin, Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas V Bakauheni, Lampung – Foto: Henk Widi

Instruksi tersebut mengatur tentang Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Penumpang dalam rangka Angkutan Lebaran 2019/1440 H.

Sejumlah Kapal Motor Penumpang (KMP) dilakukan uji petik sejak 22 April hingga 17 Mei. Sesuai data dari sebanyak 71 kapal di lintas Selat Sunda tercatat 9 kapal ferry melakukan proses docking.

Proses uji petik menurut Ferry dilakukan petugas saat kapal sandar atau pelayanan. Sejumlah kapal yang sudah lulus uji petik menurut Ferry akan melayani angkutan lebaran dari pelabuhan Merak ke Bakauheni dan sebaliknya.

Sejumlah kapal yang sudah dilakukan uji petik di pelabuhan Merak, Banten tidak akan menjalani uji petik di pelabuhan Bakauheni. Hingga waktu yang ditetapkan setidaknya dari 71 kapal dipastikan 68 kapal siap beroperasi sebagian proses docking.

“Meski sebagian sudah melakukan uji petik catatan untuk kapal-kapal yang masih perlu dilengkapi terutama alat keselamatan masih diberi batas waktu hingga 24 Mei mendatang agar bisa digunakan untuk angkutan lebaran,” terang Ferry Hendry Yamyn saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (17/5/2019).

Sejumlah kapal disebutnya telah mempersiapkan angkutan lebaran dengan melakukan docking di perairan Merak. Waktu docking menurutnya bisa dipergunakan oleh operator kapal untuk melakukan perbaikan alat-alat keselamatan yang perlu diganti, pengecatan badan kapal, perbaikan fasilitas bagi penumpang kapal.

KMP Raputra Jaya 888 salah satu kapal yang sudah lulus uji petik hadapi angkutan lebaran 2019 – Foto: Henk Widi

Selain itu sejumlah alat keselamatan berupa life jacket, fire pump serta hydrant di dalam dek kendaraan juga dilakukan pengecekan.

Ferry menyebut, fasilitas alat pemadam api ringan (APAR) harus diperiksa dalam kurun waktu tertentu karena memiliki batas kedaluwarsa.

Keberadaan alat pemadam kebakaran berupa alat pompa air bahkan langsung dicoba untuk melihat fungsi saat terjadi kebakaran. Pengecekan pelampung, sekoci hingga peralatan keselamatan di dek kapal juga dilakukan dengan teliti.

Selain pemeriksaan alat keselamatan dokumen kru anjungan diantaranya nahkoda, mualim dan kru lain juga dilakukan.

“Pengecekan dokumen dilakukan sekaligus peralatan komunikasi dan navigasi karena lintas Selat sunda merupakan jalur tersibuk,” ujar Fery.

KSOP Kelas V Bakauheni diakui Ferry Hendy Yamyn selalu menekankan aspek keselamatan. Sebab aspek tersebut sangat diperlukan saat melayani pengguna jasa saat angkutan lebaran 2019.

Koordinasi terkait kondisi cuaca di perairan diakuinya harus selalu dilakukan dengan stake holder terkait. Kondisi cuaca bisa dilihat dari prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta koordinasi bersama dengan Ship Traffic Control (STC) pelabuhan.

Hingga akhir masa uji petik sejumlah kapal yang sandar di Bakauheni telah mendapat pemeriksaan. Kapal kapal tersebut diantaranya KMP Mabuhay Nusantara, Raputra Jaya 888, KMP Nusa Putera dan KMP Wira Kencana.

Sejumlah kapal lain yang tidak dilakukan uji petik di pelabuhan Bakauheni sebagian sudah diperiksa KSOP Banten. Melalui pemeriksaan kapal diharapkan tidak terjadi kecelakaan pelayaran selama angkutan lebaran 2019.

Lihat juga...