hut

Janggal, Lulus Tes CPNS, NIP Guru di Sikka Dibatalkan

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Nasib apes dialami seorang guru di kabupaten Sikka. Setelah mengikuti berbagai tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan dinyatakan lulus, dirinya harus kehilangan asa menjadi seorang abdi negara. Nomor Induk Pegawai (NIP) miliknya dibatalkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional X Denpasar.

“Saat mendaftar hingga mendapatkan nomor ujian tidak ada masalah. Saya berani mengikuti tes CPNS, sebab saya berpatokan umur saya masih 35 tahun dan belum mencapai 36 tahun,” sebut Yuliana Yulianti Keri, S.Pd., Sabtu (18/5/2019).

Guru  honor di SDK Wegok, kecamatan Hewokloang, kabupaten Sikka ini, mengatakan, kejanggalan muncul saat pendaftaran. Proses untuk  mengisi data-data berupa  formasi, nomor registrasi, nomor identitas KTP, nama, tempat/tanggal lahir, jenis kelamin, institusi pendidikan, nomor ijazah/tahun dan  formasi jabatan.

“Saat mendaftar melalui online pada format pendaftaran sscn.bkn.go,id., saya mengetik tempat tanggal lahir Kewapante 1 Juli 1983. Data yang terenteri tempat tanggal lahir saya, Sikka 1 Juli 1993,” ungkapnya.

Meski merasakan ada kejanggalan, kata Yuliana, format pengisian formulir tersebut oleh petugas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak dikatakan adanya kesalahan entri tahun lahir.

Anggota DPRD kabupaten Sikka, Stef Sumandi. -Foto: Ebed de Rosary

Dirinya pun mengikuti tahapan selanjutnya berupa pengiriman berkas data-data yang diminta, agar bisa mengikuti ujian CPNS.

“Tanggal 3 November 2018 saya mengambil kartu ujian dengan nomor 3842 di kantor BKD  Sikka. Data yang terdapat dalam kartu ujian saya sesuai dengan data yang tertera di dalam KTP, di mana tanggal lahir saya 1 Juli 1983,” jelasnya.

Yuliana pun mengaku mengikuti ujian tanpa ada prasangka apa pun. Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) diikutinya pada 7 November 2018 di ruang II sejak pukul 12.00 hingga 13.30 WITA. Dirinya kantongi nilai total 301, di mana TWK 95, TIU 65 dan TKP 141.

“Saya lulus SKD peringkat ketiga, sehingga mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan memperoleh skor 250, dan dinyatakan lulus. Saya kaget, saat lulus SKB tertera tanggal dan tahun lahir saya 1 Juli 1993,” tuturnya.

Yuliana pun menanyakan kesalahan tersebut kepada kepala bidang kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Sikka. Dirinya mendapatkan jawaban, kesalahan tahun lahir tersebut karena kesalahan input, sehingga dirinya tetap diikutsertakan pemberkasan pengusulan NIP ke BKN Regional X Denpasar.

“Pada 18 Maret 2019, saya  menerima pesan WhatsApp dari staf BKD Sikka, yang meminta saya menemui kepala BKD Sikka pada 19 Maret 2019 dan saya penuhi,” ujarnya.

Kepala  BKD Sikka, kata Yuliana, menyampaikan, bahwa ada surat dari BKN Denpasar tertanggal 13 Maret 2019 yang meminta dirinya mengembalikan usulan penetapan NIP. Alasan yang disampaikan, karena pada saat mendaftar umurnya 35 tahun 3 bulan 1 hari.

“Setelah pemberkasan selesai, BKN Regional X Denpasar membatalkan NIP saya, karena alasan ada perbedaan tahun lahir. Dalam ijazah saya, tercatat tahun kelahiran 1983, sementara di dalam daftar kelulusan  tercatat tahun lahir saya 1993,” sesalnya.

Anggota DPRD Sikka yang membidangi pendidikan, Stef Sumandi, kepada Cendana News, mengatakan, terkait permasalahan ini pemerintah daerah harus berkomunikasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian PAN RB dan BKN.

“Ini yang penting untuk mengklarifikasi. Menghubungkan nama yang ada pada ijazah dan kelengkapan lainnya dengan orang yang bersangkutan. Kesalahan input data tidak boleh membatalkan nasib orang atau hal yang lebih besar,” tegasnya.

Apalagi, kata Stef, kalau peserta tes tidak berniat memalsukan data. Untuk itu, pemerintah daerah kabupaten Sikka harus mengurusnya ke pemerintah pusat.

“Ini menyangkut nasib warga kabupaten Sikka yang juga telah dinyatakan lulus sebagai PNS,” katanya.

Kepala BKD kabupaten Sikka yang dihubungi Cendana News via telepon, belum memberikan jawaban. Sudah dicoba dihubungi kembali, namun telepon belum juga dijawab hingga berita ini ditulis.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!