hut

Jasa Pangkas Rambut di Lamsel Banjir Order Jelang Lebaran

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sepekan jelang hari raya Idul Fitri 1440 H/2019, penyedia jasa pangkas rambut di Lampung Selatan (Lamsel) menerima banyak pelanggan.

Suwarno, salah satu penyedia jasa pangkas rambut di pasar Pasuruan, Kecamatan Penengahan, mengaku permintaan jasa pangkas rambut meningkat. Pasalnya, sesuai tradisi masyarakat di wilayah tersebut, sebelum hari raya Idul Fitri harus merapikan penampilan. Salah satu caranya dengan memangkas rambut.

Jasa pangkas Suwarno dikhususkan bagi kaum pria, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Ada tiga penyedia jasa pangkas rambut di lokasi khusus di area pasar.

Menurutnya, pada hari biasa, pelanggan yang datang untuk memangkas rambut sekitar 5 hingga 10 orang per hari. Namun sejak dua hari terakhir, satu penyedia jasa pangkas rambut melayani pelanggan lebih dari 10 orang.

Sebagai penyedia jasa pangkas rambut, Suwarno mengaku permintaan pelanggan umumnya hanya merapikan rambut. Sejumlah warga, terutama yang memiliki anak laki-laki kerap mengajak serta sang anak untuk memangkas rambut.

Menggunakan alat pangkas rambut tenaga listrik, membuat ia bisa menyelesaikan proses merapikan rambut lebih cepat. Sebab, khusus bagi anak-anak, orang tua kerap tidak memilih model potongan rambut yang rumit.

Suwarno, penyedia jasa pangkas rambut di pasar Pasuruan, Kecamatan Penengahan -Foto: Henk Widi

“Pelanggan yang menggunakan jasa pangkas rambut saya makin meningkat, karena mendekati hari raya masyarakat ingin terlihat rapi, sekaligus memiliki makna membersihkan diri sebelum hari raya Idul Fitri,” terang Suwarno, Rabu (29/5/2019).

Meski terjadi peningkatan permintaan, Suwarno mengaku tidak menaikan tarif. Upah jasa pangkas rambut tetap seperti kondisi hari biasa, Rp15.000 untuk orang dewasa dan Rp10.000 untuk anak anak. Namun, sejumlah pelanggan sebelum hari raya memberikan uang lebih. Bahkan, kerap dua kali lipat dibanding tarif biasa.

Pemberian uang lebih menjadi bentuk kemurahan hati pelanggan. Sebab, meski Suwarno kerap memberikan kembalian, namun pelanggan menolak. Seperti pengalaman tahun sebelumnya, sepekan sebelum lebaran ia bisa memperoleh Rp1 juta dalam sepekan.

Hasil tersebut diperoleh dalam waktu dua hingga tiga pekan saat kondisi normal. Kenaikan pendapatan dari jasa pangkas rambut dipergunakan olehnya untuk kebutuhan hari raya Idul Fitri.

“Sepekan jelang hari raya Idul Fitri memang berkah bagi penyedia pangkas rambut, karena tradisi cukur rambut kerap banyak dilakukan warga,”papar Suwarno.

Berkah jelang Idul Fitri bagi penyedia jasa pangkas rambut juga dialami Solikin, yang menempati kios pangkas rambut di pasar Pasuruan.

Solikin mengaku, peningkatan jumlah warga yang memangkas rambut menjadi berkah. Solikin yang buka sejak pukul 08.00 pagi, bahkan memilih buka hingga sore.

“Ada tiga penyedia jasa pangkas rambut di sini, sehingga bisa langsung dilayani saat pelanggan lain selesai dicukur,” bebernya.

Solikin juga mengaku menggunakan mesin cukur. Meski dilakukan dengan cepat, kerapian sekaligus model rambut yang diinginkan pelanggan tetap menjadi prioritas.

Banyaknya pelanggan yang ingin memangkas rambut, membuat ia juga membuka jasa cukur di rumahnya. Kios jasa pangkas di rambut yang ada di pasar kerap menjadi rujukan sembari berbelanja mengantar sang istri. Namun, ia tetap melayani jasa pangkas rambut di rumah bahkan hingga malam seusai shalat tarawih.

Meningkatnya warga yang mencukur rambut jelang Idul Fitri, juga diakui oleh Jumad, penyedia jasa pangkas rambut di Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan.

Pada hari biasa, ia mengaku pelanggan yang datang maksimal 10 orang. Namun sepekan jelang Idul Fitri, ia menerima pelanggan yang mengantre hingga 30 orang per hari. Pelanggan didominasi anak-anak usia sekolah.

Jumad mengaku mematok tarif Rp10.000 untuk pangkas rambut biasa, Rp25.000 untuk cukur gundul dan Rp20.000 untuk cukur batik. Cukur batik merupakan proses mencukur dengan motif khusus disukai anak-anak usia sekolah.

Cukur batik tersebut banyak diminta saat anak sekolah akan libur panjang. Sebab, sebelum masuk sekolah anak-anak akan kembali merapikan rambut.

Sepekan jelang Idul Fitri dengan rata-rata 30 orang per hari, ia memperoleh hasil Rp300 ribu. Sehari sebelum lebaran, ia bahkan masih harus melayani jasa pangkas rambut bagi yang belum sempat merapikan rambut sebelum malam takbir.

Lihat juga...