hut

Jelang Lebaran, BI Bali Siapkan Rp4,4 Triliun Uang Receh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali siapkan uang tunai sebanyak Rp4,4 triliun menjelang hari raya Lebaran.

Besarnya jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menukar uang pecahan atau receh menjelang hari raya bagi umat muslim. Uang yang disiapkan terdiri dari uang pecahan besar sebanyak Rp 4,2 triliun, uang pecahan kecil sebanyak Rp 198 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, menegaskan, jumlah tersebut meningkat 13 persen dari tahun sebelumnya.

Kemudian dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat akan kebutuhan uang pecahan kecil dan uang baru menjelang hari raya Idul Fitri, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melakukan pelayanan penukaran uang di tempat terbuka dan umum.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana.-Foto: Sultan Anshori.

“Ada pun yang sudah dilakukan adalah kas keliling di luar kota, yakni pada tanggal 6 sampai 8 Mei di Karangasem. Kemudian 13 sampai 15 Mei di Jembrana, 20 sampai 22 Mei di Kabupaten Buleleng,” ucap pria yang akrab disapa Pak Cik ini.

Pak Cik juga menambahkan, untuk hari ini pihaknya melangsungkan kas keliling bersama perbankan yang dilakukan di parkiran timur lapangan Renon, mulai tanggal 22 sampai 31 Mei 2019.

Waktu tersebut dirasa cukup untuk masyarakat  menukarkan uangnya. Dirinya menganjurkan, untuk mengunjungi kas keliling, serta meminta kepada perbankan untuk memberikan pelayanan penukaran uang kecil dan baru kepada masyarakat.

Ada 196 titik lokasi penukaran uang tersebut yang terdiri dari 51 bank umum, mulai dari 20 Mei sampai 31 Mei 2019.

“Kami dari Bank Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk menukarkan uangnya di kas keliling bank Indonesia dan titik yang saya sebutkan tadi, hal ini untuk menjamin keaslian uang dan ketepatan penghitungannya,” tegas pria asal Yogyakarta ini.

Sementara itu, program penukaran uang receh yang diinisiasi oleh BI ini mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini terlihat banyaknya antrian di depan mobil kas yang disediakan oleh BI dengan bekerja sama bank konvensional.

Berdasarkan pengamatan, uang receh yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah nominal lima ribuan. Biasanya, uang receh ini digunakan untuk angpao saat hari raya Idul Fitri mendatang.

Siswo, salah seorang warga masyarakat mengatakan, sangat mendukung program penukaran uang receh ini.

Menurutnya hal ini sangat membantu masyarakat yang ingin menukar uang receh dengan kualitas baru untuk dijadikan angpao. Untuk hari ini, ia berencana menukarkan uang sebesar Rp. 4.400.000 dengan harapan bisa ditukar uang receh lima ribu dan sepuluh ribu.

“Program ini sangat bagus sekali. Kami masyarakat sangat terbantu pastinya. Dan ini baru pertama kali saya menukar uang receh untuk persiapan lebaran. Mengetahui informasi dari teman kerja kemarin,” pungkas Siswo.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!