hut

Kebangkitan Nasional, Momentum Menumbuhkan Gotongroyong

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Semangat gotong-royong dan mengutamakan persatuan bagi keanekaragaman bangsa Indonesia, perlu untuk dibangkitkan. Hal tersebut disampikan Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/5/2019).

“Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut gotong-royong,” kata Saefullah, di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Senin (20/5/2019).

Semangat persatuan dan gotong-royong, telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara. Ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifan yang mengutamakan persatuan, terdapat di seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di Indonesia.

Mengingat kondisi Indonesia, pascapesta demokrasi, persatuan dan gotong-royong perlu ditegakkan. Meskipun pilihan berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan diberikan untuk kebaikan bangsa. “Kita sudah menyelesaikan pemilihan umum nasional pada 17 April yang lalu. Dan itu dilakukan dengan baik. Sekarang masih berproses dengan baik, dan seharusnya kita tunggu saja hasil lembaga yang berwenang menurut UU, yaitu KPU, untuk mengumumkan hasil rekapitulasinya. Oleh sebab itu, tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” imbaunya.

Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa besar yang telah menjaga semangat persatuan selama berabad-abad. Dengan menumbuhkan semangat gotong-royong, dapat mempertahankan persatuan dan keanekaragaman di Indonesia.

Penumbuhan jiwa gotong-royong dan persatuan telah digaungkan sejak wilayah Nusantara disatukan oleh Mahapatih Gadjah Mada, yang tertulis dalam naskah Sumpah Palapa. Dalam sumpah tersebut, para ahli menyepakati makna amukti palapa, yang berarti Mahapatih Gadjah Mada tidak akan menghentikan puasanya sebelum menyatukan Nusantara.

“Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini,” tutur Sekda Saefullah.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!