Kembangkan Usaha Menjes Kacang, Darmanto Manfaatkan Pinjaman Tabur Puja

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Hadirnya pinjaman ringan tanpa agunan dari Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur puja) Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), benar-benar dimanfaatkan oleh warga kelurahan Kedungkandang, sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki.

Seperti halnya yang dilakukan Darmanto, salah satu warga RT 07 RW 03, kelurahan Kedungkandang, kota Malang.

Darmanto menjelaskan, dirinya sudah pernah mendapatkan pinjaman dari Tabur Puja sebanyak dua kali yakni sebesar Rp 2 juta dan Rp 5 juta.

“Awalnya saya mendapatkan pinjaman sebesar Rp 2 juta yang pengembaliannya diangsur selama satu tahun. Setelah angsuran Rp 2 juta terlunasi, baru kemudian saya mengajukan pinjaman Rp 5 juta dan disetujui,” akunya.

Jadi intinya, lanjutnya, harus tetap melunasi pinjaman yang Rp 2 juta lebih dulu. “Baru kemudian bisa mengajukan pinjaman Rp 5 juta,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Kelompok Tabur Puja Anggrek tersebut.

Menurutnya, pinjaman uang dari Tabur Puja tersebut ia gunakan untuk memgembangkan usaha pembuatan Menjes kacang atau Tempe menjes yang sudah dirintis sejak tahun 1999.

Lebih lanjut Darmanto menceritakan, usaha menjes kacang yang digelutinya saat ini bisa dikatakan sebagai usaha turun temurun dari mertuanya yang sampai sekarang juga masih aktif memproduksi menjes kacang.

“Mertua sampai sekarang juga masih tetap membuat menjes kacang tapi dijual di pasar Induk Gadang. Sedangkan menjes kacang buatan saya dijual di pasar Blimbing,” sebutnya.

Ketertarikannya untuk mengikuti usaha mertuanya tersebut karena dalam proses pembuatan menjes kacang bisa dikerjakan di rumah sambil mengawasi anak-anaknya.

“Saya melihat mertua membuat menjes kok kelihatannya pekerjaannya santai dan bisa dikerjakan di rumah. Kalau prosesnya bisa di rumah, saya kan bisa sambil tetap memantau kegiatan anak-anak,” ucapnya.

Disampaikan Darmanto, dengan bahan baku mentah berupa ampas kacang 30 kilogram, ia bisa membuat kurang lebih 50 nampan menjes kacang. Untuk bahan baku ampas kacang tanah, Darmanto biasa membelinya langsung dari pabrik dengan harga Rp 15 ribu per kilogramnya.

Dalam proses pembuatannya, ampas kacang dari pabrik direndam air biasa selama satu malam. Setelah direndam kemudian dikukus selama satu jam. Selanjutnya dibiarkan sampai dingin selama empat jam, baru kemudian diberi ragi dan didiamkan sehari dua malam. Baru bisa jadi menjes kacang yang siap untuk dijual.

“Kalau saya jualnya Rp 12 ribu per nampan. Tapi biasanya dijual lagi oleh pedagang Rp 16 ribu,” terangnya.

Menurut Darmanto, Menjes kacang adalah salah satu kuliner khas daerah Malang yang jarang atau bahkan tidak ditemui di daerah lainnya. Rasanya yang khas, menjadikan menjes kacang kerap dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke Malang.

Lihat juga...