Kemenangan Dramatis Tottenham Ditanggapi Sejumlah Pihak

JAKARTA — Inilah berbagai reaksi atas sukses klub Inggris Tottenham Hotspur membalikkan keadaan dari ketinggalan 0-2 menjadi kemenangan 3-2 di semifinal kedua Liga Champions atas tuan rumah Ajax Amsterdam, Kamis dinihari WIB.

Pemain Tottenham, Christian Eriksen menyebut ini adalah pertandingan non-taktis, lebih sebagai sebuah pertarungan, semangat juang dan dengan cara itulah kami memenangi pertandingan.

“Pertandingan yang luar biasa. Kami benar-benar jauh ketinggalan, kami mencoba untuk melawan dan kami hanya beruntung. Saya merasa kasihan pada Ajax, mereka memainkan permainan yang sangat bagus melawan kami,” tuturnya.

Lucas Moura, pencetak hatrik Hotspur mengatakan tidak mungkin menjelaskan apa yang ia rasakan. “Saya sangat senang dan sangat bangga dengan rekan satu tim saya. Selalu percaya. Kami memberikan segalanya di lapangan dan pantas mendapatkan momen ini – kami adalah sebuah keluarga. Sulit untuk dijelaskan. Hadiah besar dari Tuhan. Saya ingin berbagi dengan rekan setim, teman, dan keluarga,” ujarnya.

Sementara pemain Ajax, Matthijs De Ligt menyebut ini jelas sebuah mimpi buruk, seperti mimpi. “Kami bermain bagus di babak pertama, semua rencana berjalan. Kami tidak menjaga tekanan yang sama di babak kedua. Kami memberikan gol dengan cara konyol. Kami sudah sangat dekat dengan final … dan kemudian kebobolan. Sulit dipercaya,” ungkapnya.

Pelatih Ajax Erik ten Hag mengatakan sepak bola bisa sangat indah dan bisa sangat kejam, kami harus menjalaninya hari ini.

“Secara keseluruhan kami menjalani perjuangan Liga Champions secara fantastis, kami hanya tinggal satu detik menapak ke final, tim kami layak mendapat pujian, saya sangat bangga dengan para pemain saya. Saya memberi tahu para pemain saat istirahat bahwa ini belum berakhir, Anda bisa memahami hal itu dari sikap para pemain Tottenham. Mereka masih punya keyakinan,” ujarnya.

Mantan pelatih Ajax Louis van Gaal menyatakan sangat mengagumkan melihat keberanian yang dimiliki Spurs dan semangat pantang menyerah, mereka terus mencoba, tetapi Ajax sebenarnya bisa menjaga agar mereka tidak kecolongan.

“Kekalahan ini sama sekali tidak perlu. Di babak pertama tidak ada yang salah dengan keunggulan 2-0. Di babak kedua, Tottenham mengambil banyak risiko dan semakin banyak penyerang. Ajax membuat pilihan yang salah dalam fase itu,” tuturnya.

Pelatih Norwegia Lars Lagerback menyebut, dirinya seperti menjadi gila melihat mereka (Ajax) terus mencoba mencetak gol, bukannya lebih bertahan dan lebih banyak menekan.

“Pada saat yang sama, saya menghargai mereka, itu adalah sikap yang baik, tetapi jika Anda sadar bahwa Anda hanya punya waktu beberapa menit lagi, hal itu menunjukkan bahwa mereka tidak punya banyak berpengalaman,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...