Kemenkop UKM dan Baznas, Berdayakan Usaha Mikro Melalui Zakat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dalam memberdayakan usaha mikro dari kalangan mustahik dan mengoptimalkan fungsi zakat mal dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah.

Yang selama ini belum dilaksanakan dengan baik oleh Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau Unit Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (USPPS) Koperasi.

“Melalui kerjasama ini, KSPPS atau USPPS koperasi diberikan kesempatan sebagai Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) BAZNAS,” kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop-UKM, Yuana Sutyowati pada penandatangan MoU antara Kemenkop-UKM dan BAZNAS, di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Melalui pendayagunaan dana zakat, infak dan sedekah yang bersumber dari anggota koperasi dan masyarakat, maka pihaknya, mendorong peran KSPPS/USPPS koperasi dalam pemberdayaan masyarakat miskin untuk menjalankan usaha produktif menjadi pelaku usaha wirausaha pemula.

“Potensi zakat di Indonesia sangat besar diperkirakan mencapai Rp 230 triliun, sedangkan yang baru tergarap saat ini baru mencapai Rp8,1 triliun atau hanya 3,5 persen,” paparnya.

Oleh karena itu, upaya penghimpunan dana zakat perlu ditingkatkan melalui perluasan jaringan pengumpul zakat, melalui pembentukan UPZ KSPPS/USPPS Koperasi di seluruh pelosok negeri. Ini menurutnya, agar potensi penghimpunan tersebut dapat lebih optimal tercapai serta program pendayagunaan dana zakat dapat diwujudkan.

Dia menambahkan, saat ini terdapat 20.852 unit koperasi yang bergerak pada usaha simpan pinjam. Dari jumlah itu, 4.648 unit diantaranya menjalankan unit simpan pinjam dan pembiayaan syariah yang berbentuk KSPPS/USPPS Koperasi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 11 Tahun 2017, KSPPS/USPPS Koperasi disamping menjalankan kegiatan bisnis (tanwil) juga menjalankan kegiatan sosial (maal) untuk pemberdayaan anggota dan masyarakat di bidang sosial dan ekonomi.

Sebelum MoU dengan Baznas, Yuana mengakui pihaknya sudah lebih dahulu bekerjasama dengan beberapa lembaga amil zakat nasional (Laznas), yaitu Dompet Dhuafa, Baitulmaal Muamalat, Lazis MU, Hidayatullah, PKPU, Rumah Zakat, dan Laznas BSM. Dengan kerjasama itu, terdapat 214 unit KSPPS/USPPS Koperasi menjadi Mitra Pengelola Zakat Laznas.

Dia memaparkan, hasil dari upaya tersebut dari 214 MPZ Laznas yang ada telah terhimpun dana zakat sebesar Rp10 miliar per tahun. Dana zakat ini dimanfaatkan untuk pemberdayaan sosial melalui kegiatan pemberian sembako, beasiswa, dan bantuan kesehatan bagi mustahik.

Terpenting lagi untuk pemberdayaan ekonomi mustahik, seperti yang dilaksanakan KSPPS Beringharjo Yogyakarta melalui Angkringan Mbah Harjo.

Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta, menambahkan, MoU tersebut sebagai penyatuan dari tiga gerakan. Yaitu, Gerakan Zakat, Gerakan Koperasi, dan Gerakan Baitul Maal Tanwil (BMT), yang memiliki visi yang sama dalam pemberdayaan ekonomi umat.

“Kerjasama ini bisa mendorong lebih banyak koperasi untuk menjadi UPZ BAZNAS. Kita bisa saling melengkapi untuk memberdayakan usaha mikro,” tandasnya.

Lihat juga...