Khofifah: IPM Jatim Terendah se-Jawa

Editor: Koko Triarko

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai menghadiri acara kajian Ramadan di Dome UMM, Sabtu (18/5/2019) –Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim saat ini berada di peringkat 15 dari 34 provinsi, dan terendah se-Jawa. Butuh strong partnership dari seluruh elemen strategis untuk dapat meningkatkan angka IPM Jatim.

“Saya rasa kita harus membangun strong partnership. Karena semua yang ada di dunia ini tidak ada yang bisa sendirian. Sehingga strong partnership adalah sebuah keniscayaan yang perlu dilakukan untuk dapat meningkatkan IPM Jatim,” ujarnya, usai menghadiri acara kajian Ramadan pimpinan daerah Muhammadiyah Jatim, di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (18/5/2019).

Menurutnya, menjadi sesuatu yang tidak masuk akal bercerita revolusi industri 4.0 saat ini, tetapi ternyata masih tersimpan di belakang kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih harus ditingkatkan bersama. Apalagi, nilai IPM Jatim terendah dari seluruh Jawa.

“Kita ingin memdongkrak, namun itu tidak mungkin dilakukan dengan APBD yang hanya Rp31 triliun. Dalam posisi saat ini, yang perlu kita dorong adalah dari lini pendidikan,” katanya.

Dari data yang ada, ternyata rata-rata lama sekolah masyarakat Jatim baru 7,34 persen. Artinya, rata-rata masyarakat Jatim ternyata pada SMP kelas 2 semester 1 banyak yang drop out,” ucapnya.

Data tersebut akan sangat bergunam jika bisa dibedah bersama. Terutama, di titik-titik di sepuluh kabupaten yang status sosial ekonominya terendah. Karena di situ pula biasanya ada kemiskinan struktural sekaligus kemiskinan kultural.

“Artinya ,di daerah tersebut biasanya angka nikah usia dini cukup tinggi. Di situ juga angka stunting cukup tinggi, dan biasanya di situ juga kurang gizi,” terangnya.

Karenanya, diperlukan strong partnership dari berbagai elemen strategis, termasuk dari keluarga besar Muhammadiyah dan Nahdathul Ulama (NU), untuk bersama-sama memetakan lebih detail dan menghitung elemen-elemen tersebut bisa bersama-sama meningkatkan IPM Jatim.

Disampaikan Khofifah, saat ini seluruh keluarga besar Muhammadiyah Jatim telah memberikan pondasi yang sangat kuat, tegas dan signifikan dalam peningkatan IPM melalui lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, dan  melalui lembaga ekonomi.

“Mari kita lakukan pemetaan kekuatan Muhammadiyah di mana, NU di mana, serta elemen-elemen yang lain di mana. Tujuannya supaya pendidikannya makin tinggi, kesehatannya makin bagus, income per kapitanya semakin bagus, terutama adalah di sepuluh kabupaten yang menjadi beban dari rendahnya IPM di Jatim,” ungkapnya.

Lihat juga...