Kinerja Tabur Puja di KSU Derami Dalam Posisi Terbaik

Editor: Mahadeva

Pengawas Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang Padang Zasmeli Suhaemi saat mendatangi usaha anggota Posdaya Korong Gadang Sejahtera di Padang/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Keberadaan Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) di Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, Sumatera Barat sudah memasuki tahun ke-lima.

Kini keberadaan Tabur Puja, telah berbuat banyak hal untuk KSU Derami. Pengawas KSU Derami Padang, Zasmeli Suhaemi, mengatakan, dulunya Tabur Puja harus berjuang menyebarkan skim Tabur Puja.

Kegiatannya dilakukan ke berbagai Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Namun, ada sistem manajernya yang membuat KSU Derami sulit mendapatkan laba. Sementara dari Sisi Hasil Usaha (SHU) yang dilaporkan KSU Derami, kondisinya selalu minus setiap tahun.

Kini, dengan telah memiliki Manager Tabur Puja Padang yang baru, secara perlahan-lahan kondisinya semakin ada kemajuan. Hal itu terlihat dari komitmen dalam bertindak.

Semenjak ada pemimpin baru, minus SHU di KSU Derami kini telah turun. Dulu sempat mencaoai ratusan juta rupiah, sekarang jumlahnya telah menurun ke Rp36 juta.  “Nah hal ini apabila terus berjalan dari komitmennya Manajer Tabur Puja yang sekarang, ada peluang SHU koperasi bisa terbebas dari minusnya. Kalau soal minus ini sebenarnya, sudah sejak awal kebijakan manajer yang lama,” ujar Zasmeli Suhaemi, Sabtu (25/5/2019).

Dengan perbaikan kondisi yang dialami, jajaran pengurus KSU Derami Padang diminta mendukung Tabur Puja sebagai unit usaha. Serta diminta agar tidak bekerja setengah hati, karena kondisi saat ini lebih cenderung terlihat hasilnya. Pengurus KSU Derami yang sekarang, belum melihatkan adanya upaya pengabdian yang serius untuk KSU Derami. Masih mementingkan Posdaya mereka masing-masing.

“Pengurus koperasi yang sekarang sebagian besar Ketua Posdaya. Jadi ada terlihat mereka itu masih membawa kepentingan Posdaya ke koperasi, meski dalam posisi sebagai pengurus. Seharusnya bukan demikian yang dilakukan. Jadi yang namanya pengurus koperasi itu, berpikir untuk seluruh Posdaya, bukan untuk satu per satu Posdaya saja,” tandasnya.

Dengan adanya semangat di jajaran Tabur Puja, harus diapresiasi dengan bekerja menerapkan keseriusan. Artinya, KSU Derami dan Posdaya dapat mendukung Tabur Puja.  “Kini kebanyakan anggota Tabur Puja jumlah pinjaman telah mencapai angka Rp5 juta. Sementara yang peminjam dana Tabur Puja yang baru, hanya sebagaian kecil. Hal ini menunjukkan kalau Tabur Puja telah memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat, terutama keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta, mengakui banyaknya persoalan yang perlu diselesaikan, untuk memperbaiki kondisi KSU Derami Padang. Seperti halnya kebijakan pembatasan jumlah anggota di Posdaya.

Menurutnya, meski ada pembatasan jumlah anggota, yang mulai diberlakukan pada awal Oktober 2018 lalu. Hal itu tidak bermaksud menolak masyarakat kurang mampu, untuk mendapat pinjaman modal usaha.

Okta menyebut, pembatasan anggota yang dimaksud guna menjalankan sistem yang sesuai dengan ketentuan Yayasan Damandiri. Seperti, Posdaya yang memiliki anggota lebih dari 100 orang dengan outstanding melebihi Rp200 juta, maka tidak boleh menambah anggota baru.

“Hal semacam ini dulunya tidak diterapkan. Sehingga dari Yayasan Damandiri melihat melenceng dari ketentuan. Makanya mulai Oktober tahun lalu itu, semua yang tidak sesuai tersebut, kita ikuti berdasarkan ketentuan yang ada,” katanya.

Idealnya, anggota Posdaya yang mendapatkan pinjaman modal usaha adalah, 40 hingga 100 orang. Dengan demikian, jika outstanding Rp200 juta, maka Posdaya tersebut dinilai bagus.

Selain itu, dari sisi perputaran pencairan dana pinjaman modal usaha, ada administrasi sebesar 0,75 persen, setiap pencarian yang masuk ke kas Posdaya. Kini hal itu telah dihilangkan, karena tidak dibenarkan. “Dulu itu dari uang Rp1 juta pencairan, maka dikenakan biaya sebesar 0,75 persen nya, dan masuk seluruhnya ke kas Posdaya. Ternyata cara itu salah. Setelah adanya pengurusan baru di KSU Derami, dan saya juga merupakan Manager Tabur Puja yang baru, menyatakan tidak ada lagi administrasi untuk hal demikian,” sebutnya.

Begitu juga untuk bunga kredit, dulu itu pinjaman Rp1 juta hingga 2 juta, dikenakan bunga kredit 18 persen, dan di atas Rp2 juta dikenakan bunga kredit 20 persen. Ternyata itu tidak dibenarkan oleh PT. Saudara. “Kini semuanya kembali ke bunga awal,” pungkasnya.

Lihat juga...