hut

Korban Banjir Sigi Masih Bertahan di Pengungsian

Sebuah truk menimbun badan jalan darurat yang tergerus air sungai di Desa Omu, Kecamatan Gumbasa, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (19/5/2019). Jalan yang terputus akibat banjir bandang awal Mei 2019 lalu itu diperbaiki secara darurat agar tetap dapat diakses oleh warga menjelang arus mudik lebaran. ( Foto Ant)

SIGI – Warga korban bencana banjir bandang di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Mereka tetap menjalankan ibadah puasa di Ramadan 1440 Hijriah.

“Habis mau gimana lagi. Kita harus menerima semua cobaan ini dengan hati yang ikhlas,” kata Ny Marni, seorang korban banjir bandang di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Selasa (21/5/2019).

Ia mengatakan, sudah dua pekan terakhir ini tinggal di tenda pengungsian. Rumahnya hancur diterjang banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Bencana alam yang terjadi menjelang puasa  tersebut mengakibatkan rumah dan isi habis ditelan banjir bandang.

Kini, Dia terpaksa tinggal sementara di tenda pengungsi yang ada di desanya. Mengenai kebutuhan sehari-hari, hanya mengandalkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi masyarakat, agama, lembaga-lembaga peduli kemanusiaan, dan juga instansi pemerintah, BUMN maupun pihak swasta, dan ada juga dari pribadi-pribadi warga yang memiliki kemampuan ekonomi.

Sampai sekarang ini, berbagai jenis bantuan untuk korban bencana alam banjir bandang terus mengalir, termasuk makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Hal senada juga disampaikan Ny Mutia, seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban bencana banjir di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. “Kami sahur dan buka puasa ala kadarnya saja,” tandasnya.

Dia juga membenarkan, bantuan logistik bahan makanan dan lainnya masih terus mengalir. “Tiap hari ada saja bantuan yang disalurkan pihak-pihak yang peduli korban bencana alam,” ujarnya.

Namun, warga di Desa Bangga tetap masih dihantui datangnya kembali banjir susulan seperti yang terjadi beberapa hari lalu. “Terus terang kami masih cemas karena banjir susulan bisa terjadi kembali mengingat curah hujan di hulu sungai masih tinggi,” tandasnya.

Banjir bandang yang terjadi pada 28 April 2019 melanda sejumlah desa di Kabupaten Sigi. Ada dua kecamatan yakni Dolo Selatan dan Gumbasa yang dilanda banjir dan mengakibatkan ribuan penduduk harus mengungsi. Banjir tersebut juga sempat memutuskan jalur Palu-Kulawi dan Bangga. (Ant)

Lihat juga...