KPPU Masih Selidiki Dugaan Kartel Harga Tiket Pesawat

Pesawat di Bandara. Foto : Ebed de Rosary

MEDAN – Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Dinni Melanie, menegaskan, KPPU masih terus menyelidiki dugaan terjadi kartel pada kasus naik dan mahalnya harga tiket penerbangan domestik.

Menurutnya, KPPU masih terus melakukan pengumpulan indikasi dan tahap pemeriksaan pendahuluan pada kasus dugaan kartel harga tiket pesawat udara.

“Dugaan kartel pada naik dan mahalnya harga tiket penerbangan masuk dalam salah satu kasus yang ditangani KPPU,” ujar Dinni Melanie, Kamis (23/5/2019).

Dinni bersama Komisioner KPPU lainnya, Yudi Hidayat, dan Guntur Syahputra Saragih, berada di Medan dalam acara Forum Jurnalis/Buka Puasa Ramadan di Kantor KPPU Wilayah I (Sumut, Sumbar, Aceh, Riau dan Kepulauan Riau), yang dipandu Kepala KPPU Wilayah I, Ramli Simanjuntak.

Komisioner KPPU lainnya, Guntur Syahputra Saragih, mengatakan pihaknya telah meminta klarifikasi dari berbagai pihak terkait, menyangkut mahalnya harga tiket pesawat yang diduga dampak adanya kartel.

KPPU, misalnya, sudah meminta keterangan dari Kementerian Perhubungan sebagai regulator. KPPU juga sudah memanggil beberapa maskapai penerbangan.

Dari pemanggilan itu, KPPU sudah mendapatkan beberapa data yang dibutuhkan.”Kasusnya masih dalam proses ke penyelidikan dengan mencari alat bukti,” katanya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution, menilai dugaaan kartel pada harga tiket penerbangan udara itu makin kuat dengan terbentuknya dua kelompok usaha penerbangan.

Kemudian ditambah masih bertahannya kedua kelompok usaha penerbangan itu di harga tiket yang mahal, walau permintaan sedang sepi.

“KPPU memang harus menyelidiki dugaan kartel pada harga tiket pesawat udara itu,” katanya. (Ant)

Lihat juga...