KPU Belum Menggelar Pleno Pembagian Kursi DPRD Sikka

Editor: Mahadeva

Logistik pemilu yang berada di kantor KPU kabupaten Sikka.Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sikka belum menggelar pleno pembagian 35 kursi DPRD Kabupaten Sikka.

KPU Sikka baru menyelesaikan pleno perhitungan dan rekapitulasi perolehan suara di setiap kecamatan. “Kami belum melaksanakan rapat pleno pembagian kursi DPRD Sikka. Jumat (10/5/2019) masih ke Kupang untuk menyelesaikan rapat pleno perhitungan dan rekapitulasi suara tingkat Provinsi NTT,” sebut juru bicara KPU Kabupaten Sikka, Herimanto, Jumat (10/5/2019).

Setelah pleno perhitungan dan rekapitulasi suara tingkat provinsi selesai, baru digelar pleno pembagian kursi. Dengan demikian, KPU Sikka belum mengeluarkan pernyataan calon anggota legislatif (caleg) yang lolos menjadi wakil rakyat di DPRD Sikka.

“Memang sudah banyak yang memberitakan mengenai caleg siapa saja yang meraih kursi DPRD Sikka. Namun secara resmi tentunya harus menunggu rapat pleno di KPU Sikka,” tegasnya.

Ketua KPU kabupaten Sikka Fery Soge. Foto : Ebed de Rosary

Ketua KPU Sikka, Fery Soge, menambahkan, berdasarkan hasil rekapitulasi suara untuk 21 kecamatan, total pemilih, baik yang terdaftar dalam DPT, DPTb maupun DPK, 166.648 orang. Yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan hak pilih untuk DPR RI hanya 136.732 orang.

“Jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT sebanyak 158.119 sementara yang menggunakan hak pilih hanya 128.727 orang saja. Jumlah pemilih dalam DPTb sebanyak 1.118 tapi yang memilih hanya 611 orang. Jumlah pemilih dalam DPK sejumlah 7.411 tapi yang memilih cuma 1.185 pemilih,” jelasnya.

Untuk pemilih DPD RI yang terdata sebanyak 166.688 pemilih, tetapi yang menggunakan hak pilih hanya 136.993 orang. Untuk pemilihan presiden ada 166.788 orang pemilih, tetapi yang memilih cuma 137.266 orang. “Kalau untuk DPRD Provinsi NTT total jumlah pemilih yang terdata 166.627 orang, tetapi yang menggunakan hak pilih hanya 136.758 orang. Jumlah pengguna hak pilihnya hanya 82,07 persen saja,” terangnya.

Saksi PKPI Kabupaten Sikka, Edward Lodovic da Gomez, mengatakan, saat rapat pleno rekpaitulasi suara tingkat kabupaten terjadi upaya penggelembungan suara. Suara PKB untuk DPRD Sikka di Daerah Pemilihan (Dapil) I hilang 45 suara. “Kami lakukan penelusuran dan ditemukan penggelembungan suara PPP, dimana 20 suara milik PKB di Desa Watugong, 20 di Desa Lepolima, dan lima di Desa Kojadoi, hilang,” ungkapnya.

Suara tersebut, setelah ditelusuri rupanya ditransfer ke PPP sebanyak 40 suara dan PSI sebanyak lima suara. Dengan demikian suara PPP bertambah dari 678 suara secara keseluruhan di Kecamatan Alok Timur, berubah menjadi 718 suara.

Dugaan penggelembungan suara ini diperkirakan untuk mendongkrak suara PPP dalam upaya merebut kursi ke-10, atau kursi terakhir di Dapil Sikka 1, yang meliputi Kecamatan Alok Timur, Alok, Alok Barat, dan Palu. “Dengan terbongkarnya penggelembungan suara ini, akhirnya bisa dipastikan kursi terakhir atau kursi ke-10 di dapil itu menjadi milik PKPI Sikka. Sementara PKB sudah dipastikan mendapat satu kursi di dapil tersebut, dan PPP terlempar dari perolehan kursi,” terangnya.

Lihat juga...