Kreativitas Kunci Hadapi Revolusi Industri 4.0

Editor: Koko Triarko

Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, saat menyampaikan materi pada seminar Nasional Kewirausahaan di Kampus Undiknas Denpasar, Senin (27/5/2019). -Foto: Sultan Anshori

DENPASAR – Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra Rai Mantra, menegaskan, memasuki era revolusi industri 4.0, tentu memberikan peluang sekaligus tantangan tersendiri. Beberapa segmen yang kini menjadi kebiasaan masyarakat justru akan tergantikan oleh mesin.

“Kalau di era revolusi industri 3.0 kita menggunakan komputer untuk bergerak dan berinovasi, saat ini memasuki era revolusi industri 4.0 ini kita cukup dengan gawai saja,” kata Rai Mantra, saat mengisi materi di Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk ‘Creativepreneur Nowdays atau Berkarya Bersama Zaman’ di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Senin (27/5/2019).

Menurut Rai Mantra, hal itu tentu harus disikapi bersama dengan bijak. Kuncinya ada pada diri sendiri. Persaingan saat ini tidak hanya manusia dengan manusia, melainkan manusia dengan mesin atau kemajuan teknologi informasi.

Ada pun beberapa cara dapat dilaksanakan untuk tetap mampu bersaing di era revolusi industri 4.0, salah satunya adalah kreatif.

“Kreatif adalah cara untuk menjawab tantangan saat ini, dan Pemkot Denpasar sangat mendukung tumbuhnya sektor industri kreatif melalui penyediaan kemudahan dalam perizinan, modal serta ruang kreatif melalui co-working space, yang kemudian tumbuh menjadi inovasi yang muaranya berada pada pengembangan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Rai Mantra menekankan, bahwa pengembangan ekonomi kreatif wajib dilakukan, mengingat berbagai penelitian telah menyatakan, bahwa sektor ekonomi kreatif memberikan peluang besar terhadap pertumbuhan ekonomi, selain sektor pertambangan, agraris dan pariwisata.

“Kuncinya kreatif itu tidak boleh menunggu peluang, melainkan menciptakan peluang dengan inovasi dan kreativitas yang disertai rasa percaya diri,” kata Rai Mantra.

Saat ini, sambungnya, banyak pasar dari perkembangan teknologi, dan kreatif itu harus membuat yang mati menjadi bangkit dan yang tidak berguna menjadi berguna, dan kreativitas merupakan sumber kesejahteraan.

“Saya yakin, Undiknas telah merancang dan menyikapi tantangan ini dengan penyediaan ruang kreatif dan merangsang tumbuh kembang wirausaha muda,” tambah Rai Mantra.

Sementara itu, Rektor Undiknas, Dr. Nyoman Sri Subawa, mengaku sangat bangga dalam kesempatan seminar kali ini dapat dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar. Sebagai tokoh ekonomi kreatif yang berlatar pengusaha, menjadikan sosok Rai Mantra sangat tepat menginspirasi mahasiswa.

“Beliau (Rai Mantra-red) sangat tepat menginspirasi, karena berasal dari kalangan praktisi dan akademisi,” jelasnya.

Ketua UKM Kewirausahaan Undiknas, I Wayan Budatama Putra, mengatakan, bahwa seminar ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Berbagai narasumber mulai dari praktisi hingga akademisi turut dihadirkan. Sehingga diharapkan, UKM Kewirausahaan Undiknas mampu menjadi wadah tumbuh kembang wirausaha muda.

“Berbagai narasumber telah kami undang, dengan berbagai disiplin ilmu dan jenis usaha, sehingga diharapkan jiwa kewirausahaan mahasiswa dapat terangsang sejak dini dan terarah,” pungkasnya.

Lihat juga...