KSU Derami Maksimalkan Keberadaan 30 Posdaya

Editor: Mahadeva

PADANG – Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, Sumatera Barat, saat ini mengelola 30 kelompok Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya).

Mereka adalah Posdaya yang masih aktif, melayani ribuan masyarakat yang tersebar disejumlah di daerah. Di sisi lain, tercatat masih ada 11 Posdaya yang harus tutup buku, karena dinilai bermasalah.

Ketua KSU Derami, Sayu Putu Ratniati, menyebut, persoalan ditutupnya 11 Posdaya tersebut, karena dilingkupi permasalahan yang rumit. Dari analisa yang dilakukan, kemungkinan besar ke-11 Posdaya tersebut tidak bakal dihidupkan lagi.

Beberapa masalah yang muncul di Posdaya bermasalah tersebut seperti, keberadaan salah satu Posdaya di daerah timur Padang. Kelompok tersebut memberikan pinjaman modal usaha hanya  kepada orang-orang terdekat.

Kemudian, ada kelompok yang pengurusnya memalsukan tanda tangan anggota. Uang pinjaman dimanfaatkan secara pribadi oleh pengurus. Ada pula anggota Posdaya yang telah mendapatkan pinjanan, menghilang  dan tidak ada kabar sama sekali. “Nah pokoknya di 11 Posdaya itu beragam persoalannya, karena permasalahannya begitu berat, jadi tidak ada rencana untuk menghidupkannya kembali. Ya, buat apa kalau dihidupkan kembali, bisa buang-buang duit,” tegasnya, Kamis (9/5/2019).

Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sayu Putu Ratniati bersama pengurus dalam salah satu kegiatan koperasi beberapa waktu yang lalu/Foto: M. Noli Hendra

Meski di tutup, proses penindakan tetap dilakukan. Perlahan-lahan pengurus yang menyalahgunakan uang pinjaman, mengembalikan uang ke KSU Derami. “Ada itikad baik, tapi yang namanya kesalahan seperti itu, tidak merubah komitmen dari KSU Derami,” tegasnya.

Ayu menyebut, akibat ditutupnya 11 Posdaya itu, banyak masyarakat yang dulu menikmati pinjaman anggota kondisinya menjadi terlantar. Padahal, kebanyakan anggota dari kelompok adalah keluarga kurang mampu.

Menurutnya, KSU Derami akan terus berupaya menjangkau masyarakat kurang mampu, untuk mendekatkan dengan pinjaman modal usaha Tabur Puja. Bagi daerah yang Posdayanya telah ditutup, warga bisa mencari Posdaya terdekat. “Kalau mau menambah Posdaya, kita tidak dapat izin dari Yayasan Damandiri lagi. Caranya untuk mengantisipasi hal itu, ya, mencari lagi Posdaya yang telah ditutup untuk dihidupkan kembali, dengan kebijakan mencari Posdaya yang persoalannya masih bisa diselesaikan dan dimaafkan,” ungkapnya.

Dengan target nol persen tungakan kredit dan bisa menikmati Sisa Hasil Usaha (SHU) di 2019, KSU Derami perlu meningkatkan kenerja Tabur Puja di 30 Posdaya.

Lihat juga...