hut

KSU Derami Padang Hentikan Sementara Pencairan Tabur Puja

Editor: Koko Triarko

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, selama Ramadan ini menghentikan sementara pelayanan pengajuan pinjaman modal usaha Tabur Puja di setiap Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan, karena khawatir dana yang dipinjamkan tersebut disalahgunakan oleh masyarakat, untuk kebutuhan konsumtif.

Kendati demikian, KSU Derami mengakui bahwa selama Ramadan cukup banyak pedagang kaki lima yang bermunculan, atau mendadak membuka usaha baru untuk menjual takjil, sehingga banyak masyarakat yang membutuhkan dana untuk membuka usaha tersebut.

Namun mengingat persoalan pinjaman dana adalah teruntuk modal usaha, bukan untuk kebutuhan konsumtif rumah tangga.

“Kita hanya mewanti-wanti supaya tidak terjadi penyalagunaan dana pinjaman modal usaha itu. Kalau benar untuk usaha, mungkin bisa diberikan pinjaman modal usahanya dan bakal tidak terjadi tunggakan kredit. Tapi jika untuk konsumtif rumah tangga, bakal terjadi tunggakan kredit. Habis Ramadan, uang yang dipinjamkan bakal tidak dibayarkan lagi,” katanya, Selasa (7/5/2019).

Ia menegaskan, pada 2019 ini KSU Derami Padang berupaya untuk menurunkan angka tunggakan kredit. Untuk itu, kemungkinan terjadinya tunggakan kredit, harus segera diatasi. Dan, pinjaman modal usaha ini akan dibuka kembali usai Lebaran.

Ayu menjelaskan, meski dalam kebijakan ini tidak lagi mencairkan pengajuan pinjaman modal usaha, untuk anggota yang melakukan pembayaran pinjaman modal usaha di setiap hari kas, yakni satu kali dalam satu pekan, tetap dilakukan di jam yang sama dengan hari-hari biasanya. Asisten Kredit (AK) akan bekerja di lapangan dan turun ke Posdaya, melakukan penjemputan pembayaran kredit.

Menurutnya, selain adanya kebijakan penghentian sementara pencairan pinjaman modal usaha selama Ramadan, dari aturan Tabur Puja yang merupakan unit usaha di KSU Derami Padang, juga ada batasan kuota untuk masing-masing Posdaya, yakni hanya 100 orang anggota untuk masing-masing Posdaya.

“Kenapa dibatasi juga? Karena masing-masing Posdaya itu mendapatkan kuncuran dana pinjaman modal usaha melalui Tabur Puja sebesar Rp200 juta, saja. Jadi, kalau lebih dari 100 orang, akan sulit memutarkan dana yang telah ada itu untuk pinjaman dana untuk masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Ayu menegaskan tunggakan kredit harus diminimalisir oleh KSU Derami, sehingga pada 2019 ini tidak ada lagi tunggakan kredit, atau untuk NPL 0 persen.

Alasan kuat untuk menjadikan NPL 0 persen, karena selama dua tahun ini Sisa Hasil Usaha (SHU) di KSU Derami minus dan jumlahnya pun tidak sedikit. Pada 2017 lalu, SHU minus Rp70 juta, dan 2018 SHU kembali minus dan turun ke angka Rp37 juta.

Melihat kondisi SHU yang sebenarnya membaik, maka pada 2019 ditargetkan ada SHU yang dimiliki KSU Derami, dan NPL pun dapat diminimalisir.

“Saya sudah tekankan betul kepada Manajer Tabu Puja dan manajer menyampaikan ke Asisten Kredit, agar benar-benar tidak ada lagi pencairan pinjaman modal usaha. Sedangkan unutk anggota yang lama, tetap dilayani pembayaran kreditnya. Artinya, kita tetap jalan seperti biasa,” tutupnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com