KSU Derami Terkendala Jalankan Inovasi

Editor: Mahadeva

Pengawas KSU Derami Padang Zasmeli Suhaemi/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Banyak program atau wacana yang dimunculkan oleh pengurus Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, Sumatera Barat. Utamanya, inovasi untuk membuat koperasi bisa tumbuh dengan baik, sehingga perannya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.

Namun, Pengawas KSU Derami Padang, Zasmeli Suhaemi, mengatakan, telah mengetahui segala wacana pengurus koperasi di 2019. Seperti menjalankan Senkudaya (Sentra Kulakan Posdaya), Bedah Rumah, Warung dan Gerobak untuk penikmat Tabur Puja. Kemudian, wacana empat pilar.

Namun demikian, masih tidak ada pergerakan hingga penghujung bulan Mei 2019 ini. “Soal wacana-wacana itu sudah saya ketehui. Bahkan pengurus telah meminta pendapat saya, bagaimana wacana itu dijalankan di KSU Derami. Bagi saya sangat bagus dan silakan dijalankan. Tapi, hasilnya pada setiap rapat, banyak alasan untuk menjalankan wacana tersebut,” katanya, Minggu (26/5/2019).

Akibat hal tersebut, Emi selaku pengawas menjadi bingung, melihat pola pikir dari jajaran pengurus KSU Derami. Jika dilihat dari wacana yang muncul, idenya sangat bagus. Semuanya menyinggung kepentingan masyarakat umum.

Namun alasan koperasi tidak punya uang untuk semua itu, membuat wacana tersebut hanya tinggal rencana. Diperkirakan selama 2019, tidak ada program yang bisa dijalankan oleh pengurus KSU Derami. Kecuali tetap konsisten dengan Tabur Puja.

“Saya sebagai salah seorang pengawas jadi heran dan bingung juga, maunya para pengurus koperasi itu apa? Saran telah diberi pada setiap rapat, tapi nyatanya tidak ada direspon. Sekarang, harapan saya dari Yayasan Damandiri tetap positif ke KSU Derami dengan kondisi yang demikian,” ujarnya.

Menurutnya wacana-wacana tersebut, berawal dari adanya rapat koperasi mitra Yayasan Damandiri se-Indonesia di Jakarta. Banyak wacana atau program kerja yang disampaikan Damandiri untuk dijalankan di 2019.

Sepulang dari sana, utusan dari KSU Derami Padang berkeinginan untuk turut menerapkan di Padang. “Mereka telah meminta pendapat saya soal wacana itu, ya, silakan kata saya. Selaku pengawas tentu saya mendukung adanya wacana yang sebagus demikian. Namun apa yang saya harapkan belum terlaksana. Untuk itu saya berharap betul agar wacana itu dapat dijalankan. Jika bingung soal dana, saatnya pengurus melakukan inovasi sebagai solusi agar terwujudnya hal tersebut,” tuturnya.

Emi melihat persoalan atau penyebab belum bisa terlaksananya wacana tersebut, karena dipengaruhi pola pikir pengurus yang masih memikirkan Posdaya yang masing-masing. Pengurus koperasi saat ini, semuanya Ketua Posdaya di Padang.

Sehingga ada terlihat mereka masing berpikir untuk Posdaya, bukan untuk memiliki Posdaya secara keseluruhan. Padahal, mereka adalah pengurus dan harus mengayomi seluruh Posdaya, bukan untuk Posdaya dari pengurus saja.

“Jadi pikiran pengurus ini belum maksimal dan masih kurang untuk persoalan ke depannya. Kalau soal pergantian pengurus  sebenarnya terpulang dari anggota, karena terpilihnya pengurus dari anggota melalui RAT (Rapat Anggota Tahunan). Bagi saya pribadi tidak perlu diganti, karena perlu banyak waktu untuk menjalankan proses. Semoga dua tahun masa kerja bisa menunjukan kinerja yang lebik baik lagi,” sebutnya.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, belum bisa terlaksananya sejumlah wacana itu, karena KSU Derami sepertinya tidak berdaya untuk menjalankannya. Semua juga dipengaruhi oleh kepemilikan dana.

Sebelumnya, jajaran pengurus telah merancang program kerja yang dilaksanakan di 2019. Seperti pelatihan untuk guru PAUD sebagai bentuk menerapkan pilar pendidikan, khitanan massal bagi keluarga kurang mampu, yang berhubungan dengan pilar kesehatan, dan beberapa rencana kerja seperti warung, gerobak usaha, bedah rumah, dan program lainnya.

Sedangkan untuk PAUD, rencana kerja tersebut dinilai perlu evaluasi. Supaya bisa mendidik anak dengan baik, dibutuhkan guru yang memiliki kualitas kerja bagus. Untuk itu, memberikan pelatihan kepada guru PAUD adalah cara yang tepat.

Karena Ayu mengatakan, KSU Derami perlu melakukan pelatihan, karena ada harapan yang besar di progra, pendidikan usia dini. PAUD merupakan janjang pendidikan yang menentukan arah pola pikir kecerdasan anak-anak, untuk mengenali dunia pendidikan.

Lihat juga...