hut

Kuota Calhaj Malut Bertambah 241 Orang

TERNATE — Kuota calon haji atau calhaj Maluku Utara (Malut) pada musim haji 2019 yang semula 1.080 orang bertambah menjadi 1.321 orang setelah ada penambahan dari pemerintah pusat sebanyak 241 orang.

“Penambahan kuota 241 orang tersebut merupakan pembagian dari tambahan kuota haji Indonesia sebanyak 10.000 orang yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia pada musim haji 2019 ini,” kata Kepala Bidang Penyelengara Haji dan Umroh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Amar Manaf di Ternate, Selasa (28/5/2019).

Tambahan kuota haji 241 orang tersebut telah dibagi ke 10 kabupaten/kota di Malut dengan prioritas untuk calhaj lanjut usia 75 tahun ke atas dan pendamping serta calhaj yang masuk dalam daftar tunggu.

Menurut dia, Kementerian Agama dan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba semula mengusulkan tambahan kuota ke pemerintah pusat sebanyak 500 orang dengan alasan banyak calhaj yang masuk dalam daftar tunggu di Malut, tetapi disetujui hanya 241 orang.

Dari 10 kabupaten/kota di Malut, yang paling banyak daftar tunggu calhaj adalah Kota Ternate, yakni 4.000 orang lebih atau jika mendaftar tahun 2019 baru bisa berangkat pada 18 tahun mendatang kalau kuotanya tetap 269 orang setiap tahun.

Para calhaj Malut yang masuk kuota tambahan tersebut, menurut H. Amar Manaf, sedang menyelesaikan dokumen yang dibutuhkan untuk pemberangkatan ke Tanah Suci, di antaranya pengurusan paspor dan perekaman biometrik.

Khusus untuk calhaj Malut yang masuk dalam kuota awal telah melakukan berbagai persiapan sejak awal 2019, seperti manasik haji mandiri di kabupaten/kota masing-masing untuk memantapkan persiapan mereka saat melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Ia menambahkan, biaya embarkasi haji untuk calhaj Malut di Makassar sepenuhnya ditanggung Pemprov Malut dan pemerintah kabupaten/kota asal calhaj sehingga mereka hanya membayar biaya perjalanan haji (BPIH) sebesar Rp39 juta lebih.

Pemprov Malut terus mengupayakan agar pemberangkatan calhaj Malut ke Tanah Suci yang selama ini harus melalui Embarkasi Makassar dapat diterbangkan langsung dari Bandara Sultan Babullah Ternate sehingga Malut tidak perlu lagi mengeluarkan biaya embarkasi haji yang besarnya Rp5 miliar lebih setiap tahun. [Ant]

Lihat juga...