Lampung Pintu Gerbang Sumatera, Polda Diminta Amankan Jalur Transportasi

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Jajaran Polda Lampung diminta mempersiapkan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 2019 (1440 Hijriah). Lampung Selatan menjadi pintu masuk dan jalur utama arus mudik dan balik di Pulau Sumatera.

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, menegaskan, pergerakan masyarakat ke Lampung dengan kapal melalui Pelabuhan Bakauheni adalah paling utama dan penting. Transportasi yang lancar, yang didukung Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) disebut jenderal bintang empat tersebut, harus menjadi perhatian bagi jajaran Polres Lampung Selatan yang menjadi jalur utama di Pulau Sumatera.

Persoalan yang kerap muncul di jalur mudik dan balik adalah kriminalitas. “Selama Ramadan masyarakat harus diberikan rasa aman dan nyaman dengan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat, akan membantu meningkatkan kesucian Ramadan,” tandas Jenderal Tito Karnavian, saat meninjau Mapolres Lampung Selatan, Senin (6/5/2019).

Dukungan kepada Mapolres Lampung Selatan, yang terbakar disebut Kapolri sudah dilakukan. Meski ada musibah, upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhambat.

Selain mendapatkan dukungan moril serta bantuan dari Mabes Polri, dan Polda Lampung, bantuan juga diberikan oleh Pemda Lampung Selatan. Apresiasi Kapolri kepada Pemda Lamsel yang menghibahkan lahan untuk membangun gedung mapolres yang baru.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Muhamad Syarhan, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Mabes Polri. Terkait pengamanan selama Ramadan dan hari raya Idul Fitri, dipastikannya semua personil sudah ditempatkan pada sejumlah titik.

Pelabuhan Bakauheni sebagai salah satu jalur transportasi laut penting penghubung pulau Sumatera dan pulau Jawa – Foto henk Widi

Meski Polres Lampung Selatan dalam kondisi memprihatinkan, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. Dukungan moril dan semangat dengan kehadiran Kapolri, pemicu semangat personel untuk menjalankan tugas pengamanan di gerbang Sumatera tersebut.

AKBP Muhamad Syarhan menyebut, sejumlah peralatan dan dokumen hangus akibat kebakaran. Namun Dia menyebut, bantuan dari Mabes Polri bisa dipergunakan untuk kegiatan di Mapolres Lampung Selatan. Bantuan dari Mabes Polri yang diterima oleh Polres Lamsel diantaranya, dana pembangunan sebesar Rp5 Miliar. Selain itu peralatan senjata api genggam SIG Sauer 50 pucuk, senjata api laras panjang V2 Sabhara 15 pucuk, 2.500 butir amunisi.

Sejumlah peralatan untuk operasional juga diberikan berupa laptop tiga unit, pesawat handy talky digital APX 1000 sebanyak 150 unit. kamera DSLR Nikon D3100. Perlengkapan forensik diantaranya barang habis pakai, peralatan video conference, 2.000 lembar kartu AK23, 2.000 lembar kartu AK24, tiga unit loop, satu unit portable light, 15 unit radio base station dan 15 unit radio mobile.

Dari Polda Lampung bantuan peralatan meja kursi, surat tilang dan bantuan lain, untuk memperlancar aktivitas Mapolres Lamsel.

Lihat juga...