Layani Pemudik, Empat Bank Buka Penukaran Uang di Pelabuhan Bakauheni

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Empat bank melayani penukaran uang pecahan kecil (UPK) bagi pemudik dan masyarakat di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel). Empat bank tersebut diantaranya Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Lampung dan Bank BRI.

Mulyadi, kepala kantor cabang pembantu Bank BNI Kalianda menyebut pelayanan penukaran UPK untuk membantu masyarakat mendapatkan uang kartal jelang lebaran 1440 H/2019.

Penempatan titik penukaran UPK di pelabuhan Bakauheni merupakan kerjasama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.

Penempatan titik UPK diakuinya dilakukan di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni mulai 27-29 Mei 2019. Ia menyebut meski di pelabuhan Bakauheni sudah mulai mempergunakan sistem pembayaran tiket nontunai (cashless) kebutuhan uang kartal masih sangat besar jelang Idul Fitri.

Pelayanan yang dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral disebut Mulyadi melibatkan bank di wilayah Lampung.

Ia menyebut Bank Indonesia pada hari yang sama juga melakukan pelayanan penukaran UPK di lapangan Kopri Bandarlampung. Sebagian bank cabang pembantu di wilayah Lamsel selain di kantor cabang juga dilibatkan pada pelayanan penukaran UPK di pelabuhan Bakauheni.

“Sasaran kami membuka pelayanan penukaran uang pecahan kecil di pelabuhan karena menjadi pusat berkumpul masyarakat pemudik dari pulau Sumatera dan Jawa agar bisa memperoleh uang kartal baru sebelum pulang ke kampung halaman,” terang Mulyadi saat dikonfirmasi Cendana News di lokasi penukaran UPK, Senin (27/5/2019).

Mulyadi menyebut, pelayanan tersebut erat kaitannya dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia saat Idul Fitri. Pada saat Idul Fitri ia menyebut masyarakat kerap membutuhkan uang kartal untuk dibagikan kepada keluarga dan tetangga di rumah atau kampung halaman.

Sejumlah bank yang dilibatkan dalam proses penukaran UPK di Bakauheni menurutnya menyediakan uang pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000.

Pelayanan penukaran UPK yang dilayani oleh empat bank disebut Mulyadi dalam sehari mencapai Rp220 juta. Sesuai dengan nominal yang disiapkan tersebut dalam sehari empat bank yang membuka loket maksimal melayani 50 orang penukar uang pecahan kecil.

Meski demikian ia menyebut jumlah 50 orang tersebut dengan asumsi untuk empat pecahan setiap orang maksimal menukar sebanyak Rp4,4 juta. Dalam praktiknya setiap orang yang menukarkan uang pecahan kecil bisa menukarkan uang mulai Rp200 ribu hingga Rp2 juta.

“Karakteristik penukar uang didominasi oleh para pekerja di pelabuhan Bakauheni, pedagang kecil serta sebagian pemudik melalui pelabuhan Bakauheni,” terang Mulyadi.

Mulyadi menyebut kerjasama dengan PT ASDP cabang Bakauheni membuat masyarakat bisa mendapat pecahan uang kecil di lokasi strategis. Ia juga menyebut masyarakat tidak perlu khawatir karena stok pecahan uang kecil tersedia untuk tiga hari ke depan.

Empat loket yang disediakan diantaranya dilayani kasir, petugas keamanan yang bertugas. Pelayanan penukaran UPK langsung dengan bank resmi disebut Mulyadi dilakukan untuk menjamin keamanan. Agar lebih aman ia mengimbau masyarakat melakukan penukaran uang baru di bank ketimbang menukarkan di pinggir jalan.

Ia menyebut pada momen penukaran uang baru tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan uang palsu. Oleh sebab itu ia mengimbau masyarakat mengenali ciri-ciri uang palsu, dengan cara dilihat, diraba dan diterawang. Sebagai cara mengantisipasi uang palsu pada loket penukaran UPK disediakan alat khusus untuk mendeteksi adanya uang palsu saat proses penukaran.

Pelayanan UPK di pelabuhan Bakauheni disebut Mulyadi juga menyasar penumpang kapal roll on roll off (Roro). Ia menyebut Bank Indonesia pada waktu bersamaan juga melayani penukaran uang di atas kapal.

Kapal yang dipilih merupakan kapal di dermaga eksekutif pelabuhan Bakauheni. Penukaran uang di atas kapal sekaligus memberi kesempatan bagi penumpang kapal untuk memperoleh uang kartal baru. Dalam satu trip dari pelabuhan Bakauheni ke Merak pelayanan penukaran dilakukan untuk melayani penumpang kapal eksekutif.

Aida dan sang suami selesai menukarkan uang pecahan baru di pelabuhan Bakauheni – Foto: Henk Widi

Salah satu penukar UPK bernama Aida dan sang suami mengaku momen Idul Fitri ia selalu menyiapkan uang baru.

Saat penukaran uang di pelabuhan Bakauheni ia menyebut menyiapkan uang sebesar Rp2 juta untuk ditukar dengan pecahan Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000. Uang pecahan kecil tersebut diakuinya akan diberikan kepada anak-anak kecil yang berkunjung.

Tradisi memberikan uang baru diakuinya sudah turun-temurun dilakukan. Warga Bakauheni tersebut mengungkapkan memanfaatkan loket di bank yang sudah disediakan dan akan dibuka selama tiga hari tersebut.

 

Lihat juga...