hut

Libur Lebaran, Pemko Padang Bersiap Sambut Wisatawan

Editor: Mahadeva

PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, bersiap menyambut kedatangan wisatawan di momentum libur lebaran 2019.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, pihaknya memprediksi di libur lebaran 1440 Hijriah, sejumlah lokasi wisata bakal dibanjiri wisatawan lokal. Prediksi tersebut, didukung perbaikan infrastruktur pariwisata di Kota Bengkuang yang diklaim berjalan dengan baik.

Diklaimnya, selama memimpin ibu kota Provinsi Sumatera Barat, tidak hanya melakukan pembenahan objek wisata. Sektor penting lainnya, juga turut diperhatikan. Diantaranya, penataan kawasan Pasar Raya sebagai pusat perdagangan, lalu taman-taman kota, kawasan pedestrian atau trotoar, maupun infrastruktur lainnya.  “Upaya ini tentunya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada wisatawan dan perantau yang berkunjung ke Padang. Seperti salah satunya pada momen libur lebaran,” katanya, Jumat (31/5/2019).

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah/Foto: M. Noli Hendra

Mahyeldi menyebut, upaya lain yang dilakukan adalah memastikan kenyaman dan keamanan selama libur lebaran. Pemkot Padang, melakukan kerjasama dengan aparat kepolisian dan instansi lainnya, melalui Tim Saber Pungli, untuk melakukan pengawasan dan penindakan, apabila terjadi hal diluar kewajaran.  “Pemerintah Kota Padang akan berusaha maksimal, agar tidak terjadi tindakan-tindakan pungutan liar (pungli) atau penetapan harga makanan oleh oknum-oknum pedagang, yang membuat perantau dan wisatawan merasa tidak nyaman saat berwisata dan berekreasi di Kota Padang,” ujarnya.

Diprediksi, berkaca pada libur lebaran tahun lalu, para wisatawan membanjiri objek-objek wisata seperti Pantai di Padang, seperti Pantai Muaro Lasak dengan Tugu Perdamaiannya, Pantai Chimpago dengan tugu IORA-nya serta Pantai Muaro dengan latar Gunung Padang. Kemudian Pantai Air Manis, Kawasan Kota Lama Batang Arau, Jembatan Siti Nurbaya, Kawasan Gunung Padang dan Bukit Gado-Gado.

Seturut, berbagai kawasan wisata  di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seperti Sungai Pisang dan pulau-pulau disekitarnya. Juga kawasan Pantai Pasir Jambak, Kawasan Lubuk Minturun dan tempat rekreasi anak- anak di Kawasan Tarandam. “Wisatawan diprediksi juga akan memadati pusat-pusat perbelanjaan seperti Transmart, Basko Mall, Plaza Andalas dan Kawasan Pasar Raya,” ungkapnya.

Khusus di malam hari, diprediksi wisatawan akan memadati kawasan wisata kuliner seperti kawasan Simpang Kinol, Kawasan GOR Agus Salim, Kawasan jalan M. Yamin, kawasan jalan Veteran, kawasan Simpang Haru, kawasan jalan Perintis Kemerdekaan di Jati serta tempat-tempat kuliner ternama lainnya.

“Istimewanya, pada libur lebaran tahun ini pada 6 dan 7 juni 2019, akan dimeriahkan Festival 10 Ribu Bakcang Ayam dan Lamang Baluo, yang akan memecahkan rekor MURI. Event ini juga bakal diramaikan dengan beberapa atraksi seperti Barongsai, Gamad, Silat dan atraksi-traksi budaya Minang dan budaya etnis Tionghoa di kawasan mulai dari bawah jembatan siti nurbaya sampai kawasan Kota Tua Batang Arau,” paparnya.

Pemko Padang menurunkan 1.000 orang personel petugas di objek wisata.  Di pusat perdagangan dan pusat-pusat kuliner, ada 350 orang personel Pol PP, 40 orang personel Dinas Perhubungan, 50 orang personel BPBD, dan Kelompok Siaga Bencana, 10 orang personel Taruna Siaga Bencana Dinas Sosial, 55 personel Dinas Pariwisata dan didukung 40 orang baywatch dibawah koordinasi Dinas Pariwisata, 30 personel Dinas Pemadam Kebakaran.

Kemudian, 120 orang petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, dua unit alat berat serta dan 250 orang personel dari tim gabungan. “Kita juga menyampaikan kepada pengusaha kuliner dan hotel, untuk memberikan pelayanan yang baik, agar tidak menaikan harga dan menerapkan tarif sewajarnya,” tandasnya.

Pemko Padang juga menamnah jumlah CCTV, untuk pengawasan. Tujuannya, memberikan rasa aman kepada wisatawan di sepanjang lima kilometer kawasan Pantai Padang dan gerbang masuk Pantai Aie Manih. Mencegah kemacetan di kawasan Pantai Aie Manih, dilakukan rekayasa lalu lintas. Seluruh kendaraan yang masuk ke Pantai Aie Manih harus melalu Jembatan Siti Nurbaya. Kemudian untuk keluar di Kawasan Aie Manih melalui Ruas Jalan Lama SMA 6. Selama lebaran bus tidak dijinkan masuk ke kawasan Aia Manih.

“Di Dinas Pariwisata juga membentuk Satuan Tugas Khusus yang menangani keluhan pengunjung, jika ada oknum restoran, rumah makan dan tempat kuliner yang menetapkan harga tidak wajar. Sangsinya jelas, yakni pencabutan ijin dan penutupan tempat berdagang akan dilakukan,” tegasnya.

Lihat juga...