hut

Lupis, Jadi Pilihan Berbuka Puasa

Editor: Koko Triarko

LOMBMOK – Selama Ramadan, aneka minuman dan makanan siap saji mudah didapatkan di sepanjang pinggiran jalan Kota Mataram, terutama pada sore hari, sebagai menu pilihan bagi masyarakat berbuka puasa.

Lupis dan serabi, misalnya, merupakan jajanan yang banyak disukai pembeli sebagai menu tambahan berbuka puasa bersama keluarga. Dibuat dari beras ketan pilihan berbentuk segi tiga, dengan taburan gula merah dicampur parutan kelapa di atasnya, membuat lupis terasa sangat lezat dan menggugah selera.

“Selama Ramadan, lupis termasuk serabi memang banyak dicari pembeli sebagai menu berbuka dibandingkan jajanan lain, karena mungkin dirasa lebih enak, karena dibuat dari bahan alami dan dimasak secara tradisional,” kata Masitah, pedagang lupis dan serabi Kota Mataram, Minggu (19/5/2019).

Selain bahan alami dan diolah secara tradisional, lupis dan serabi juga dibungkus menggunakan dedaunan, membuat bau jajanan lupis terasa lebih harum dan lezat saat disantap, baik sebagai menu berbuka maupun makanan camilan usai berbuka dengan nasi.

Masitah saat berjualan jajan lupis di lingkungan Kelurahan Pejeruk, Ampenan, Kota Mataram, NTB –Foto: Turmuzi

Dikatakan, pembeli biasa akan ramai pada sore hari dan sering kewalahan melayani pembeli jelang berbuka. Harga cukup terjangkau, mulai Rp10.000 hingga Rp15.000 satu bungkus.

“Dengan harga segitu, lupis didapatkan sudah cukup dan bisa membuat kenyang untuk berbuka puasa,” katanya.

Nasir, warga BTN Lingkar Permai Kota Mataram, mengungkapkan, lupis dicampur serabi paling enak dijadikan camilan, sambil duduk santai menikmati secangkir kopi dan rokok usai berbuka.

“Lupis itu paling enak jadi camilan santai, usai berbuka puasa dengan minum es kelapa dan makan nasi, apalagi dengan taburan gula merah dicapur parutan kelapa di atasnya, membuat jajanan lupis terasa nikmat,” katanya.

Dikatakan, di luar bulan puasa, dirinya paling suka menikmati lupis maupun serabi sebagai sarapan pagi bersama teman-teman satu komplek BTN tempat tinggal, yang dibeli dari penjual yang biasa berkeliling setiap pagi.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!