hut

Mahasiswa UMP Ciptakan Alat Pertolongan Dini Serangan Jantung

Editor: Mahadeva

Ketua tim mahasiswa penemu PREJARU (Phanton Resusitasi Jantung Paru), Runi Pramesti Putri memperlihatkan hasil temuannya, Jumat (17/5/2019). (FOTO : Hermiana E.Effendi).

PURWOKERTO – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto sukses membuat alat pertolongan dini serangan jantung.

Alat yang diberi nama PREJARU (Phanton Resusitasi Jantung Paru) tersebut, hasil kerja keras empat mahasiswa. Ketua tim, Runi Pramesti Putri, mengatakan, cardiac arrest atau detak jantung yang berhenti secara tiba-tiba merupakan penyakit yang mematikan.

Karena itu, dibutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. PREJARU merupakan upaya untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat, memberikan pertolongan pertama bagi orang yang terkena cardiac arrest. “Saya bersama Feni Nofalia Safitri, Sahrul Munir dan Ari Hermawan membuat alat ini, tujuannya supaya masyarakat juga bisa memberikan pertolongan pertama pada penderita, karena cardiac arrest harus ditangani secara cepat,” jelas Runi, Jumat (17/5/2019).

Runi menyebut, alat tersebut memiliki disain yang disesuaikan dengan tubuh manusia dan mudah dibawa kemana-mana. PREJARU dibuat dari triplek berlapis yang ditutup kain katun. Untuk bagian jantung phantom, terbuat dari busa padat yang dilapisi kain perlak. Sehingga ketika ditekan busa terasa keras menyerupai jantung manusia dan akan mudah kembali kebentuk semula.

Alat tersebut, dilengkapi dengan lampu led berwarna merah dan hijau, yang dipasang pada posisi dada kiri atas. Lampu led sebagai tanda, apakah kompresi sudah benar pada posisi dan tekanan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).

Dosen pembimbing para mahasiswa tersebut, Ns Endiyono SKep MKep menambahkan, cardiac arrest atau henti jantung ditandai dengan penurunan kesadaran, tidak adanya respon, dan disertai tidak adanya denyut nadi dan nafas. Jika kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, maka dapat berujung pada kematian. Pertolongan yang harus dilakukan yaitu melakukan restitusi jantung paru (RJP). Cara kerja PREJARU, diawali dengan kompresi dada, yaitu kegiatan penekanan dibagian bawah sternum secara teratur.

Penekanan akan menciptakan aliran darah, karena adanya peningkatan tekanan intrathorax dan penekanan secara langsung pada jantung. “Kompresi dada ini menghasilkan aliran darah dan penghantar oksigen ke otot miokardium dan otak. Oleh karena itu, kompresi dada yang efektif sangat penting untuk menciptakan aliran darah selama RJP,” jelasnya.

Untuk menghasilkan kompresi dada yang efektif, perlu dilakukan penekanan yang keras dan cepat. Kecepatan yang digunakan adalah 100 hingga 120 kali per menit, dengan kedalaman lima hingga enam sentimeter. Harus dibiarkan dada recoil secara sempurna, setelah kompresi dada.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!