Mahasiswa Universitas Brawijaya Ini Ciptakan Pelindung Smartphone Ramah Lingkungan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Aktivitas masyarakat sekarang  dapat dikatakan tidak bisa dilepaskan dari smartphone. Bahkan smartphone  menjadi sesuatu yang sangat krusial bagi kehidupan di era milenial.

Akan tetapi banyak orang yang tidak menyadari bahwa sumber penyakit bisa berasal dari smartphone yang tidak dijaga kebersihannya.

Di latarbelakangi permasalahan tersebut, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) lintas fakultas membuat protect magic, yakni sebuah produk antibakteri pada smartphone berbahan dasar sari kelapa (Cocos nucifera) dan apel (Malus domestica) yang ramah lingkungan.

M. Kiki Saputra (kiri) bersama anggota tim lainnya Cynthia Ayu Dwi Lestari dan Rininta Arifianingsih – Foto: Agus Nurchaliq

Lima mahasiswa tersebut yaitu M. Kiki Saputra, Grandy Zovanca, Revin Yohannes Abraham (Fakultas Pertanian), Cynthia Ayu Dwi Lestari (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Rininta Arifianingsih (Fakultas Kedokteran).

Ketua tim, M. Kiki Saputra, menyebutkan, smartphone sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, bahkan kerap kali sampai dibawa ke kamar tidur. Sayangnya, kebanyakan dari mereka hanya asal menggunakan tanpa memperhatikan kebersihan smartphone, yang justru menjadikannya sumber penyakit.

“Dari situ kami berpikiran membuat sebuah produk antibakteri untuk smartphone. Agar masyarakat sadar bahwa ternyata smartphone juga bisa menjadi salah satu sumber penyakit bagi kita. Jadi, daripada kita terkena penyakit yang berbahaya di kemudian hari, lebih baik kita melakukan pencegahan dengan menggunakan produk protect magic,” imbuhnya.

Disampaikan Kiki, proteck magic merupakan produk spray anti bakteri untuk smartphone yang dibuat menggunakan bahan baku dari ekstrak kelapa dan ekstrak buah apel.

Proses ekstraksi dilakukan untuk mendapatkan sari kelapa maupun sari apel. Untuk persentase bahan, jumlah ekstrak kelapanya memang lebih banyak karena memanfaatkan zat taninnya.

“Ekstrak kelapa 60 persen, 30 persen ekstrak apel dan 10 persen esensial oil,” sebutnya.

Menurutnya, penggunaan dua bahan tersebut karena berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya ternyata zat aktif yang terkandung pada ekstrak kelapa dan apel dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yang banyak ditemukan di smartphone.

“Jadi kedua bahan tersebut kita kombinasikan sehingga jadilah produk protect magic yang dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada smartphone,” terangnya.

Protect magic ini sebenarnya memiliki tiga manfaat dalam satu produk, yakni sebagai pembersih, pemberi aroma sehingga aromanya segar ketika digunakan. Serta sebagai penghambat dari pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Lebih lanjut Rininta Arifianingsih, menyampaikan, sebenarnya di dalam smartphone tidak hanya terdapat bakteri Staphylococcus aureus saja, namun ada juga bakteri lainnya. Tetapi yang paling patogen atau yang paling bisa menyebabkan penyakit dan bisa menyebabkan penderitanya masuk rumah sakit karena komplikasi itu adalah bakteri Staphylococcus aureus.

“Bahayanya bisa menyebabkan iritasi di kulit yang ditandai dengan munculnya ruam merah dan gatal. Selain itu jika sampai terhirup dari saluran nafas, bisa menyebabkan infeksi saluran nafas atas. Dan komplikasinya itu ternyata bisa  sampai ke sistem saraf pusat juga maupun sampai pada sistem ekskresi di ginjal,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, diangkat permasalahan ini sebagai dasar membuat produk protect magic sebagai upaya menghambat terkenanya infeksi dari bakteri tersebut.

Produk protect magic – Foto: Agus Nurchaliq

Disampaikan pula, produk protect magic tersebut sudah pernah diikutlombakan di ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA) – Malaysia Technology Expo (MTE 2019), yang berlangsung (21/02 – 23/02/2019) di Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia.

“Berkat produk protect magic, tim kami berhasil menyingkirkan 19 negara dan memperoleh medali emas di ajang tersebut,” ucapnya.

Bahkan menurut Kiki, dari pihak Malaysia sangat tertarik dengan protect magic dan membuka peluang untuk mengembangkan produk protect magic melalui lembaga riset mereka, jika dari pihak Indonesia tidak bisa membantu dalam pengembangan protect magic.

“Untuk itu harapan ke depan, semoga ada pihak-pihak dari Indonesia yang mau membantu mengembangkan produk protect magic,” pungkasnya.

Lihat juga...