hut

Masyarakat Kota Oxford Antusias Saksikan Wayang Kulit

Ilustrasi -Dok: CDN

LONDON – Masyarakat Inggris yang tinggal di kota Oxford tidak ingin kehilangan momen untuk menyaksikan pergelaran wayang kulit dan gamelan Jawa yang disajikan dalam kegiatan “Night at the Museum”, di Museum Pitt Rivers, Kota Oxford, Inggris, pada akhir pekan, mulai pukul 19.00 sampai pukul 22.00 waktu setempat.

Minister Counsellor Pensosbud, Thomas Siregar, mengatakan menjelang pukul 19.00, sejumlah pengunjung berbaris dalam antrean menuju pintu masuk Museum Pitt Rivers yang terletak di jantung Kota Oxford.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan International Maritime Organization(IMO), Dr. Rizal Sukma, yang datang dari London bersama istrinya, Hana A. Satriyo, menyatakan rasa bangga melihat antusiasme warga Inggris yang mendatangi museum tersebut pada malam itu.

“Penampilan seni budaya Indonesia berupa wayang kulit, gamelan Jawa dan tari Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi orang Inggris” ujar Dubes Rizal Sukma, Minggu (19/5/2019).

Kedatangan Dubes Rizal disambut Direktur Museum Pitt Rivers, Laura van Broekhoven, dan beberapa pejabat setempat. Sambil mengajak Dubes Rizal Sukma berkeliling, Laura menerangkan sejumlah koleksi Indonesia yang dipajang di museum tersebut, di antaranya angklung yang berusia hampir 100 tahun, kain Sumbawa dan model rumah miniatur Minangkabau.

Museum Pitt Rivers memiliki 1.240 koleksi yang berasal dari Indonesia, 160 objek di antaranya dipajang di museum. Melihat banyaknya pengunjung pada malam itu, pihak museum menjelaskan sebanyak 1.400 tiket yang disediakan telah habis terjual sejak dua hari sebelum “Night at the Museum” pada malam itu.

Pada pukul 19.15, pengunjung disuguhkan tarian Jawa dibawakan Ni Made Pujawati dengan iringan Oxford Youth Gamelan, pimpinan Jasmine Godden. Sementara pada pukul 19.25, bertempat di balkon lantai satu, Dalang Ki Sujarwo mulai memainkan wayang kulitnya diiringi Oxford Gamelan Society pimpinan Peter Smith.

Pagelaran wayang kulit disajikan sebanyak tiga kali, diselingi interval dengan masing-masing durasi selama 40 menit.

Pada jam yang berbeda, pengunjung yang memiliki ketertarikan mendalami budaya Indonesia dapat mengikuti lokakarya tari Bali yang diadakan secara khusus di salah satu ruangan di museum. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!