Masyarakat Sumbar Diminta Tenang Sikapi Hasil Pemilu

Editor: Koko Triarko

PADANG PARIAMAN – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang menyikapi hasil sementara perolehan suara untuk Pilpres 2019. Masyarakat diharapkan dapat mempererat silaturahmi, seiring berjalannya bulan suci Ramadan 1440 Hijriah. 

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Barat, Alwis, mengatakan setelah usainya pesta demokrasi pada April 2019, sudah seharusnya masyarakat kembali saling mempererat silaturahmi. Meskipun terjadi perbedaan pilihan dalam Calon Legislatif (Caleg) dan Pilpres, saatnya kini bersatu.

Pernyataan Alwis ini disampaikan saat melakukan Safari Ramadan di  Surau Dama, Korong Lampuang Tanjuang, Nagari Kubu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Pesan ini disampaikan kepada ratusan masyarakat yang berada di surau tersebut.

Ia menegaskan, agar masyarakat dapat tetap menjaga silaturahmi dan keamananan pascapemilu, mengingat banyaknya riak-riak yang timbul pascapelaksanaan pemilu 17 April 2019.

“Kami juga berharap, masyarakat Nagari Kubu Gantiang dapat menyikapi percikan-percikan pascapemilu dengan sebaik-baiknya, mengingat banyaknya opini yang timbul pascapelaksanaan pemilu yang telah sukses dilaksanakan di Sumatra Barat,” terang Alwis, Sabtu (18/5/2019).
Alwis menilai perlu adanya kesadaran untuk mempererat silaturahmi, selain mengingat sekarang adalah bulan Ramadn, masyarakat juga perlu memahami jika Allah marah, maka bisa didatangkan bencana, karena di bulan yang suci masih saja terjadi perselisihan, bukannya kedamaian yang tercipta.

Apalagi, mengingat kondisi cuaca di Sumatra Barat, dari suhu udara yang begitu terik panas, beberapa hari ini dilanda hujan yang hampir merata di seluruh wilayah di Sumatra Barat.

Baginya, makna hujan yang turun ialah pertanda keberkahan, tapi bila masih saja ada yang berselisih pascapemilu 2019, keberkahan hujan tidak dirasakan. Namun mengingat adanya perubahan cuaca, perlu juga diwaspadai oleh masyarakat.

“Kami berharap kepada masyarakat, untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi di Sumatra Barat, melihat hujan yang akhir-akhir ini sedang terjadi di hampir seluruh wilayah Sumatra Barat,” kata Alwis.

Menurutnya, melihat kepada tahun-tahun lalu, di Sumatra Barat pada momen Ramadan hampir terjadi bencana alam, mulai dari banjir dan tanah longsor. Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah, seperti Kota Padang, Solok Selatan, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Untuk itu, Alwis berharap hujan yang turun tidak menyebabkan terjadinya bencana alam di Sumatra Barat, namun hujan yang turun benar-benar terasa sebagai rahmat-Nya. Karena sejatinya, hujan yang turun pemberi rahmat. Apalagi akhir-akhir ini cuaca cukup panas, sehingga dengan turunnya hujan, dapat mengademkan suasana.

Dalam kesempatan itu. juga hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, yang mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan peralatan-peralatan rumah tangga di rumahnya, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Masyarakat agar waspada terhadap pelaksanaan kegiatan di lingkungan rumah, mematikan kompor setelah digunakan, mematikan listrik jika tidak digunakan lagi, ini guna menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, di antaranya kebakaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jonpriadi juga berharap, masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik, dan menghindari pengaruh-pengaruh negatif dari teknologi.

“Kami juga berpesan kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan sebaik-baiknya, menggunakan teknologi untuk hal-hal positif, menghindari dampak-dampak negatif teknologi, selalu menjaga keluarganya, terkhusus anak-anak,” tutup Jonpriadi.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha, menyatakan kondisi cuaca yang terjadi pada hampir dua pekan Ramadan ini, tergolong cukup baik.

“Kondisi cuaca masih cukup baik, tidak ada peringatan dini dari BMKG, namun kurangi aktivitas luar ruangan di siang hari, mengingat kondisi cuaca dapat cukup terik di siang hari, yang dapat mengurangi cairan tubuh, terutama saat sedang berpuasa,” ucapnya.

Menurutnya, sebenarnya untuk kondisi cuaca Sumatra Barat tiga hari ke depan secara umum cerah berawan-berawan pada pagi hari, peluang hujan ringan-sedang terjadi pada sore dan malam hari di wilayah Padang , Padang Pariaman, Padangpanjang, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Pasaman Barat.

Dalam kunjungan Tim Safari Ramadan Provinsi itu, Surau Dama Nagari Kubu Gantiang juga diberikan bantuan sebesar Rp20 juta yang diberikan langsung kepada pengurus surau.

Lihat juga...