hut

Mbah Wasti Kini Miliki Jamban Sehat Berkat Bantuan Damandiri

Editor: Koko Triarko

MALANG – Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, secara bertahap. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan program bantuan lantainisasi dan pembuatan jamban kepada warga yang kurang mampu.

Dua program bantuan tersebut dirasa penting untuk diberikan, karena tidak semua warga di kelurahan Kedungkandang memiliki jamban. Serta tidak sedikit pula rumah warga yang lantainya masih berupa tanah.

Wasti (80) adalah satu di antara warga Kelurahan Kedungkandang yang mendapatkan bantuan lantainisasi dan jamban dari Damandiri.

Een, cucu menantu Wasti, menceritakan, Wasti yang usianya telah lebih dari ‘setengah abad’ tersebut, sudah bertahun-tahun tinggal di rumah yang tidak memiliki jamban dan masih beralaskan tanah.

Disampaikan Een, selama ini Mbah Wasti yang sudah berusia lanjut harus rela naik turun tangga hanya agar bisa buang air besar (BAB) di rumah saudaranya, yang lokasi rumahnya berada di bawah rumah Mbah Wasti.

“Dulu sebelum numpang di rumah saudaranya, Mbah Wasti biasanya BAB di sungai yang lokasinya lebih jauh,” ujarnya.

Sekarang, setelah mendapatkan bantuan jamban dari Yayasan Damandiri, Mbah Wasti bisa lebih tenang karena tidak perlu capek-capek lagi saat ingin BAB.

“Alhamdulillah, sekitar tiga mingguan ini Mbah Wasti sudah menggunakan jamban bantuan dari Damandiri. Selain itu, lantai rumah Mbah Wasti sekarang juga sudah bukan tanah lagi, tapi sudah di plester semen,” terangnya.

Sementara itu, Manajer Umum Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri, Dian Novianti Widiasari, berharap, agar melalui program lantainisasi senilai Rp1,5 juta maupun pembuatan jamban senilai Rp500 ribu tersebut, mampu meningkatkan kualitas hidup warga di kelurahan Kedungkandang.

Program lantainisasi dan jamban diberikan kepada warga kurang mampu yang sebelumnya telah direkomendasikan oleh masing-masing RW. Dengan kuota 70 rumah untuk lantainisasi, dan 57 rumah untuk bantuan pembuatan jamban.

“Setiap penerima manfaat cukup menyerahkan fotokopi KTP dan KK. Kemudian kita lakukan survei untuk memastikan, apakah warga tersebut memang membutuhkan bantuan lantai dan jamban atau tidak,” pungkasnya.

Lihat juga...