hut

Mudik Lebaran, Penumpang Angkutan Laut Diprediksi Naik 10 Persen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Pertumbuhan penumpang transportasi laut pada dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan selama bulan Ramadan. Tercatat pada penumpang Pelni selama bulan Ramadan tahun 2017 sebanyak 24.000 kemudian naik menjadi 28.000 pada 2018.

Masih tumbuhnya penumpang transportasi laut tersebut karena moda tersebut masih menjadi favorit masyarakat menyusul tarif tiket pesawat yang kini terbilang mahal atau tinggi. Bahkan tahun ini diproyeksi jumlah penumpang mudik mengalami kenaikan sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya.

“Kita melihat tahun 2018 ketika harga tiket pesawat mahal kapal menjadi primadona, bukan hanya Pelni tetapi jasa angkutan penumpang laut lainnya. Tahun lalu kita prediksi tumbuh tiga persen, ternyata 10 persen. Sehingga tahun ini juga demikian,” ungkap Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Yohanes Banne, Selasa (21/5/2019).

Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan Yohanes Banne – Foto: Ferry Cahyanti

Ia memperkirakan pertumbuhan penumpang kapal Pelni melalui Balikpapan mencapai 10 persen atau mencapai 30 ribu penumpang lebih pada momen Ramadan.

Karena harga tiket masih dapat terjangkau oleh masyarakat sekitar Rp400 ribu sehingga kemungkinan pada tahun ini masyarakat memilih untuk moda transportasi laut saat mudik.

“Harga tiket kapal Pelni masih sama seperti tahun lalu di kisaran Rp400 ribu-an sehingga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.

Tingginya permintaan penumpang, Kementerian Perhubungan mengizinkan pengusaha kapal menambah jumlah kursi dengan catatan menyesuaikan kemampuan daya tampung unit kapal tersebut.

“Kementerian juga meminta agar jumlah penumpang tambahan menyesuaikan dengan jumlah alat keselamatan life jacket yang tersedia,” urainya.

Yohanes menambahkan antisipasi bagasi berlebih, Pelni juga memberlakukan bagasi gratis 40 Kg. Adapun bagasi berbayar juga dibatasi maksimal 60 Kg. Jika berlebih maka disarankanuntuk mengirimkan melalui paket milik pelni bernama red pack.

Red pack ini seperti jasa ekspedisi lainnya. Nanti barangnya kita plastikin warna merah seperti di bandara. Kalau tidak bisa juga melalui jasa ekspedisi lainnya,” sebut Yohanes.

Pada mudik lebaran tahun ini, Pelni menambah armada kapal sebanyak tiga unit dari dua unit kapal dengan jadwal reguler. Kapal tersebut diantaranya KM. Lambelu, KM. Bukit Siguntang, KM. Sinabung, KM. Labobar dan KM. Nggapulu.

“Lonjakan penumpang mudik diprediksi mulai 21 Mei sampai dengan 4 Juni 2019. Untuk arus balik prediksi kami dimulai pada 6 Juni  sampai dengan 21 Juni. Untuk itu kami imbau masyarakat untuk membeli tiket segera agar tidak kehabisan dan menghindari antrean panjang,” tutupnya.

Lihat juga...