hut

MUI Imbau Khatib Salat Idul Fitri Jauhi Khotbah Bernuansa Politik Praktis

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyampakan tausiah menyambut hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah/2019 Masehi. MUI juga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Indonesia. MUI mendoakan, semoga semua amal ibadah selama Ramadan diterima Allah SWT.

“Teriring doa semoga semua amal kebaikan dan ibadah kita selama bulan Ramadan diterima Allah SWT, taqabbalallahu minna wa minkum kullu am wa antum bikhair. Mohon maaf lahir dan batin,” kata Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi MUI, Masduki Baidlowi di kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (31/5/2019) sore.

Sementara dalam tausiahnya, Masduki mengajak umat Islam agar setelah Ramadan dapat lebih meningkatkan kepatuhannya terhadap ajaran Islam. Serta kepeduliannya terhadap sesama, terutama kepada kaum duafa, fakir miskin dan anak yatim piatu, dengan mengeluarkan zakat, infak, sedekah dan wakaf.

MUI juga mengimbau, agar dalam pembagian zakat, infak dan sedekah, dilakukan perencanaan secara baik dan benar. Juga diperlukan koordinasikan dengan aparat keamanan terkait saat pembagian zakat. Sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan.

MUI mengajak kepada seluruh umat Islam di Indonesia, untuk menjadikan hari raya Idul Fitri sebagai momentum menjaga kohesi sosial dan perdamaian.

MUI juga mengajak memperkuat dan mengokohkan kembali ikatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Sebab, menurut Masduki, Idul Fitri tahun ini dekat dengan agenda politik nasional, seperti Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

Perbedaan aspirasi politik merupakan hal biasa yang harusnya dipandang sebagai rahmat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan menjadi penyebab terjadinya saling marah (taghadhub), salah paham (suuttafahum), saling mencerca dan mencaci maki (takhashum).

Sehingga, tercipta suasana politik dan demokrasi yang dilandasi nilai-nilai keadilan, kejujuran, kesantunan dan keadaban.

“Kita harus menjadikan peristiwa 21-22 Mei 2019 sebagai muhasabah dan turut prihatin, serta mendoakan semoga yang wafat 8 orang mendapat tempat disisi Allah SWT, dan diampuni  dosanya,” ujarnya.

MUI juga mengharapkan kepada pemerintah, khususnya pihak kepolisian agar dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Juga menjamin keamanan saat perjalanan pergi dan pulang mudik, malam takbiran, pelaksanaan salat Idul Fitri di lapangan atau masjid.

Masduki juga mengimbau kepada para khatib salat Idul Fitri, untuk menyampaikan pesan peningkatan keimanan, ketakwaan, persaudaraan dan kedamaian kepada para jemaah.

Dia berharap, para khatib agar mengingatkan tentang pentingnya upaya memperkokoh jalinan persaudaraan antarsesama umat Islam, sesama anak bangsa, dan hubungan sesama anak manusia.

“MUI mengimbau para khatib salat untuk menjauhi tema-tema khotbah yang bernuansa politik praktis yang bisa menimbulkan perpecahan umat Islam,” tukasnya.

Terakhir, dia mengatakan, MUI mengimbau kepada umat Islam di Indonesia, agar dalam merayakan hari raya Idul Fitri tetap mengedepankan dan menjunjung tinggi perilaku terpuji. Serta menjaga keamanan dan kekhususan juga menghindarkan diri dari perilaku yang berlebihan (israf) dan menyia-nyiakan harta (tabdzir).

“Sehingga hari raya tahun ini menjadikan kita umat Islam benar-benar kembali kepada fitrah, penciptaan kita sebagai manusia, yaitu tunduk dan patuh dalam beribadah hanya kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT memberkahi segala niat dan ikhtiar kita semua,” tutupnya.

Lihat juga...