hut

Mulai Musim Kering, Petani Percepat Pengolahan Lahan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Petani padi di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan mempercepat pengolahan lahannya. Percepatan dilakukan, karena suplay air untuk sawah sudah mulai berkurang.

Suparmin,salah satu petani Desa Pasuruan mengolah lahan sawah untuk ditanami setelah hari raya Idul Fitri – Foto Henk Widi

Suparmin, pemilik lahan sawah di Desa Pasuruan menyebut, pengolahan dilakukan mempergunakan traktor. Percepatan dilakukan untuk berbagi waktu dengan petani lain yang juga membutuhkan air.  Meski pengolahan lahan sawah dilakukan lebih cepat, masih memasuki tahap membajak dan merendam sawah dengan air (ngelep).

Faktor penggunaan mesin traktor secara bergiliran karena merupakan milik kelompok tani, menjadi alasan petani mempercepat pengolahan lahan. Meski sudah dibajak, tahap pengolahan lahan tetap akan dilakukan secara manual dengan cangkul.

Pengolahan lahan secara bertahap, memperhitungkan waktu benih padi yang disemai. Varietas Ciherang, bisa ditanam saat memasuki usia 21 hari. Sesuai prediksi, penanaman bibit padi akan dilakukan setelah Idul Fitri. Pengolahan lahan, diawali dengan memberi pupuk kandang, berupa kotoran kambing dan sapi. Kompos tersebut ditebarkan pada lahan sawah yang sudah diolah.

“Perkiraan masa pengolahan tanah, penebaran pupuk hingga menghaluskan lahan sebelum penanaman bibit padi disesuaikan kebutuhan air sekaligus memperhitungkan usia benih padi yang sudah bisa ditanam sesudah lebaran,” terang Suparmin kepada Cendana News, Sabtu (25/5/2019).

Suparmin menyebut, pada masa tanam kedua (MT2), atau masa tanam gadu, pasokan air dipastikan akan terhambat. Meski demikian, petani membendung aliran sungai dari Gunung Rajabasa untuk irigasi. Kebutuhan air akan dipasok secara bergiliran, dengan petani lain. Sehingga, proses pengolahan lahan dilakukan bertahap. Petani yang lahannya ada di bagian atas, akan mengolah lahan lebih awal, agar bisa memanfaatkan air sungai di irigasi.

Petani lain Sutejo menyebut, memanfaatkan saluran air irigasi untuk pengolahan lahan sawah. Memasuki masa tanam gadu, debit air mulai berkurang, sehingga bisa menghambat petani mengolah sawah.

Solusi yang dilakukan, dengan membagi air secara merata. Proses pengolahan sawah dilakukan secara bergilir, agar pembagian air bisa merata. “Kami melakukan pengolahan lahan lebih cepat setiap sore selama ramadan agar target selesai sebelum lebaran,” ujar Sutejo.

Sutejo menyebut, penanaman padi dilakukan awal Juni mendatang. Petani saat ini memilih bersiap merayakan Idul Fitri. Meski sebagian lahan sawah akan dibajak dalam beberapa hari kedepan, namun benih padi baru mulai disemai.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!