Musim Tanam Ketiga, Petani di Kulonprogo Tanam Kedelai

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Memasuki musim kemarau, petani di sebagian wilayah Kulonprogo Yogyakarta mulai melakukan penanaman. Di masa tanam ketiga, mereka beralih dari padi ke palawija. 

Di wilayah Kulonprogo bagaian selatan seperti Kecamatan Galur dan Lendah, petani biasa memiliki kedelai sebagai pengganti padi. Kedelai dipilih, karena perawatannya dianggap tidak sulit serta tidak membutuhkan modal yang begitu besar.

Sejumlah petani menamam bibit kedelai di lahan pertanian yang baru saja dipanen padi di Galur, Kulonprogo – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Saat memasuki musim kemarau seperti sekarang ini para petani disini mayoritas memang cenderung menanam kedelai. Selain karena tidak memerlukan banyak air dan pupuk, perawatannya juga sangat mudah. Tinggal dibiarkan saja,” kata Suraji, petani asal Dusun Bapangan, Karangsewu, Galur, Kulonprogo, Senin (20/05/2019).

Pasokan air di wilayah Galur, setiap kali memasuki kemarau menyusut siginifikan. Hal itu disebabkan, secara geografis wilayah tersebut jauh dari sumber irigasi. Sehingga petani biasa memilih tanaman palawija seperti kedelai, jagung, atau melon untuk ditanam di lahan mereka.  “Saat musim kemarau saluran irigasi biasanya akan mati. Dimulai pada akhir bulan Mei. Nanti air akan mulai mengalir lagi paling tidak bulan Agustus. Itu jika musim hujan datang sesuai perkiraan,” tandasnya.

Meski tidak terlalu membutuhkan banyak perawatan, petani kedelai sendiri hampir setiap musim tanam tiba, harus dihadapkan pada masalah naiknya harga bibit. Saat musim tanam kedelai seperti sekarang ini, harga bibit diketahui naik dua kali lipat menjadi sekitar Rp14 ribu per-kilogram. “Kalau saat musim tanam seperti sekarang, harga bibit pasti naik. Sekarang saja Rp14 ribu. Padahal biasanya Rp11 ribu per kilo. Sementara nanti saat masuk masa panen, harga jual kedelai jatuh. Menjadi sekitar Rp6.000 saja,” ungkapnya.

Mengatasi hal itu petani memilih membibitkan sendiri tanaman kedelai. Dengan cara, menyimpan hasil panen sebelumnya untuk diolah menjadi bibit. Namun sayangnya, tidak semua kedelai yang dibibitkan bisa tumbuh dengan baik.

Lihat juga...