hut

Ngabuburit, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Borong Kraca

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Selama bulan Ramadan, halaman sebelah timur Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berubah menjadi pasar dadakan yang dipenuhi para penjual takjil dan aneka makanan.

Tak hanya masyarakat sekitar dan mahasiswa yang berbelanja, Rektor UMP, Dr. Anjar Nugroho, juga ikut memborong kraca dan beberapa makanan lainnya.

Dalam acara ngabuburit bersama para wartawan, Senin (20/5/2019) sore, rektor muda ini tanpa canggung memilih takjil yang dijual pedagang kaki lima. Ada kraca serta es melsusi, berisi melon, susu dan selasih yang dijual oleh mahasiswa UMP.

Mahasiswa UMP ikut berjualan di Pasar Ramadan, mereka berjualan es melsusi yang berisi melon, susu dan selasih. Foto: Hermiana E. Effendi

“Pak Rektor, es melsusinya diborong dong,” teriak mahasiswa-mahasiswa tersebut.

Rektor pun menghampiri dan memborong dagangan mereka. Terkait banyaknya pedagang yang berkumpul di halaman UMP ini, Rektor mengatakan, pihaknya memang memberikan kesempatan kepada para pedagang kaki lima, serta para mahasiswa yang ingin berjualan selama bulan Ramadan.

Pasar Ramadan ini dimaksudkan, supaya pedagang berkumpul dan berjualan di lokasi yang aman dan tidak menyebabkan kemacetan di depan kampus UMP. Sebab, sejak awal puasa, banyak sekali bermunculan pedagang takjil dadakan di sekitar kampus.

“Kita ingin memberikan ruang untuk para pedagang di sekitar kampus, supaya bisa berjualan dengan aman dan tertib selama bulan Ramadan. Selain itu, para mahasiswa juga banyak yang ikut berjualan. Kita kan ada kurikulum kewirausahaan, nah ini sekaligus sebagai ajang praktik mata kuliah tersebut,” kata Dr. Anjar.

Di lokasi tersebut ada puluhan pedagang kaki lima yang berjualan. Mulai dari aneka takjil seperti kraca, mendoan, aneka kue basah, kolak, es buah hingga lauk-pauk seperti pecel, aneka sayur, ayam goreng dan lain-lain.

Dari sekian banyak jenis makanan, Rektor UMP memilih kraca untuk berbuka. Ia mengatakan menyukai kraca karena memiliki rasa yang khas dan makanan olahan dari keong sawah ini, sudah lama menjadi hidangan wajib bagi orang Banyumas saat berbuka puasa.

“Saya mengikuti tradisi orang Banyumas, kalau buka makan kraca dan mendoan, rasanya memang nikmat, gurih dan kita disibukkan untuk mengambil daging kraca dari dalam rumah keong,” tutur rektor muda yang gaul ini.

 

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!